Kamis, 24 Desember 2015
Selembar Kertasku
Jumat, 18 Desember 2015
Pertemuan Singkat
Kamis, 10 Desember 2015
Rabu, 02 Desember 2015
Ayah Terhebatku
Aku kan menemui seseorang yang setidaknya mampu mengurangi rasa rinduku padamu jika kau tak lagi mampu berada disisiku
Lelaki yang mampu melindungiku seperti kau
Lelaki yang mampu menjagaku seperti kau
Lelaki yang mampu membimbingku seperti kau
Tapi,
Apa ada lelaki hebat seperti itu, Ayah?
Aku yakin,
Takkan ada lelaki manapun yang sanggup menggantikanmu
Sekalipun pada saatnya nanti ia berstatus sebagai imamku
Karena hanya kau satu, Ayah terhebatku
Tak jarang ku lihat kau duduk termenung dalam diam
Dilingkupi kegundahan yang tak kunjung padam
Terlalu banyak beban pikiran
Sebagai tulang punggung keluarga,
Kau bertanggung jawab atas segala kesejahteraan
Dengan peluh yang menetes di pelipismu
Kau kumpulkan sisa tenaga untuk menghidupi anak istrimu
Dengan perjuanganmu yang takkan terbalas sampai kapanpun
Masih saja anak-anakmu sempat menyakiti dan melukai hatimu
Apa aku selalu mengecewakanmu, Ayah?
Andai saja,
Masih tersisa lelaki di luar sana yang memiliki kesabaran sepertimu
Pilihkan ia menjadi imamku
Jumat, 27 November 2015
Sebuah Perjalanan Hati
Suara gaduh dedaunan memecah keheningan dengan syahdu
Mendamaikan..
Langkah demi langkah kucoba tapaki jejak ini
Mencari sesuatu yang membahagiakan hati
Biarlah alam ini yang menjadi saksi
Ku tengok kanan dan kiri
Tiada siapapun di sisi
Tak ada yang menemani
Namun bahagia kan ku cari sendiri
Hingga kau rela bersanding nanti
Di pinggir dermaga ini aku berdiri
Menunggu kau yang sama-sama sedang melalui perjalanan panjang ini
Ku tunggu kau disini
Hingga waktu yang kan menepati janji
Sehidup semati
Minggu, 01 November 2015
Rindu Kamu, Hujan..
Kamis, 29 Oktober 2015
Untuk Dikenang
Minggu, 25 Oktober 2015
Pertemuan Berharga
Jumat, 23 Oktober 2015
Hanya Sekedar Mengingatkan
Mengapa tidak..
Menjauhi larangan-Nya dan melaksanakan perintah-Nya.
Katanya, katanya, katanya.
Nyatanya, nyatanya, nyatanya?
Tolong,
Hanya Soal Waktu
Bukan lagi soal tutur kata yang memuja
Bukan lagi soal sikap yang manis luar biasa
Sederhana,
Sekarang hanya masalah waktu
Waktu untuk penyembuhan luka
Tak tahu berlangsung sementara atau dalam jangka waktu lama
Pada awalnya, memang sudah menyembukan luka
Walau semua berjalan agak lambat
Tapi ternyata, bukan kesembuhan yang didapat
Luka malah semakin dibuat meradang
Datang tak terduga,
Pergi selalu tiba-tiba
Jika terlalu banyak pengingkaran
Mengapa harus muncul sebuah harapan?
Jika terlalu banyak kedustaan
Mengapa harus muncul sebuah kepercayaan?
Selasa, 20 Oktober 2015
Topeng
Hanya untuk menyelamatkan diri
Semua dilapisi seribu topeng
Hanya untuk menipu diri
Semua dilapisi seribu topeng
Hanya untuk membuat keliru
Semua dilapisi seribu topeng
Hanya untuk terlihat syahdu
Sebuah misi yang berkedok kebaikan
Dengan embel-embel hanya meluruskan
Tapi perlahan justru menghancurkan
Tak pernah berpikir kan bagaimana dampak seorang yang menerima misi itu?
Ada yang beranggapan postif pun sebaliknya
Pernah di pedulikan?
Yang mereka tahu jika misinya berhasil
Mereka akan tertawa bangga bak seorang pahlawan kesiangan
Tak selamanya yang dilakukan selalu benar
Manusia tak pernah luput dari kesalahan
Hidup itu selalu disertai dengan dua pilihan
Memang tidak sulit
Tapi berarti
Zaman sekarang, dunia seolah dipenuhi orang-orang yang memiliki seribu topeng. Hina rasanya. Tapi itulah kenyataannya.
Tertawa bersama iya. Saling menjatuhkan paling semangat. Janji setia iya. Saling menghujat juga tak terelakkan. Pengkhianatan menyerang dari berbagai arah.
Semuanya palsu.
Sulit membedakan mana yang polos, mana yang punya seribu akal bulus.
Semuanya palsu.
Sulit membedakan mana senyum yang tulus, mana yang tersenyum kaku.
Memang, roda kehidupan selalu berputar. Tapi haruskah saling menjatuhkan? Cara licik, sifat munafik dan egoisme yang tinggi perlahan mulai menghancurkan dinding itu. Lambat laun semua akan berubah menjadi tebing yang semakin hari semakin meruncing.
Cukup tau saja, siapa kalian sebenarnya. Walau hanya bisa tersenyum menghadapinya, mengamati dalam diam, lalu tertawa dalam hati sepuasnya.
Miris sebenarnya, tapi disikapi saja sewajarnya. Karena sadar kita telah beranjak dewasa. Bukan lagi saatnya menghabiskan waktu untuk masalah kekanak-kanakan yang disikapi dengan cara meledak-ledak.
Aku turut prihatin padamu..
Sabtu, 17 Oktober 2015
Tentang Perasaan
Perasaan sendiri saja dikucilkan, tak dipedulikan
Bagaimana dengan perasaan orang lain?
Sudah pasti diacuhkan
Hampa?
Sudah pasti
Tapi kaki menjadi lebih ringan untuk melangkah
Hati terasa kosong tanpa beban
Tanpa harus memikirkan perasaan orang lain, tanpa harus memikirkan perasaan sendiri
Mati rasa?
Iya
Itulah masalah utamanya
Cinta sudah hambar rasanya
Dingin tak tersentuh
Tak ingin disentuh
Apalagi menyentuh
Alasannya,
Kecewa !
Perasaan yang menggebu sudah sirna
Malas berkutat dengan perasaan yang pasti berujung dengan kepatah hatian
Lebih baik tak lagi pakai hati
Tak perlu pakai perasaan
Semua sudah mati rasanya
Untuk saat ini dan mungkin beberapa waktu ke depan
Sementara saja,
Tak lama sebenarnya
Cuma waktu saja yang berjalan agak lambat
Jadi terasa lebih lama prosesnya
Semua karena hari itu
Semua takkan lagi sama
Semua telah berubah seketika
Merubah perasaan dan cara berpikirku
Tentang seseorang yang terlalu mudah mengucap kata cinta
Tentang seseorang yang terlalu mudah mengabaikan cinta
Sekarang,
Hanya soal menunggu seseorang yang mampu mencairkan dan kembali menghidupkan perasaan
Bukan yang hanya berani bermain-main dengan perasaan
Rabu, 07 Oktober 2015
Aroma Parfummu
Bau parfum ini
Aku mencoba mengingat-ingat
Sepertinya sangat tak asing bagiku
Butuh waktu beberapa menit untuk mengingat siapa pemilik aroma ini
Ternyata,
Seperti parfum yang sering kau gunakan dulu
Sudah hampir 5 tahun aku tak pernah mencium aroma seperti ini
Tak satupun orang yang kutemui memiliki aroma yang khas seperti kamu
Selama ini cuma kamu
Aroma yang identik dengan kamu
Aroma yang tak seperti biasanya
Aroma kamu berbeda
Aku jadi ingat, dulu aku sengaja untuk meminjam jaketmu
Dengan alasan cuaca begitu dingin
Padahal aku hanya ingin mencium aroma yang menempel di jaketmu
Aroma itu sulit aku deskripsikan
Yang pasti aromanya selalu membuatku rindu
Karena tak ada selain kamu
Tapi hari ini, saat aku berada dalam salah satu gerbong commuter line
Aroma itu berterbangan menghampiri indera penciumanku
Akhirnya aku menemukan juga aroma ini
Selain kamu
Sedikit mengobati kerinduanku
Sedikit mengingat bagaimana aroma yang sangat aku rindukan
Tapi,
Siapa pemilik aroma ini
Selain kamu?
5-10-15
Senin, 05 Oktober 2015
Untaian kata dari seseorang.. (10)
Yang ku tahu, aku begitu menyayangimu
Meski aku memang bukan yang pertama untukmu,
Tapi izinkanlah aku menjadi yang terakhir dalam hatimu
Aku pun sudah melupakan luka yang pernah kau torehkan padaku
Karena yang aku tahu, kau selalu menemaniku dalam setiap langkah yang sepi dalam hidupku ini
Aku menyayangimu setulus hatiku
Walaupun tak seindah permata maupun emas
Aku tetap tulus
Aku berharap kau menjadi cinta terakhirku
Kau harus tahu, bahwa cinta yang telah ku berikan bukanlah permainan belaka
Tak sembarang orang bisa mendapatkannya
Karena aku selalu memilih seorang yang pantas ku cintai sampai nanti
Aku tak mau jika kau selalu terpuruk dengan bayangan masa lalumu
Karena aku telah hadir tuk temani dirimu
Hingga kau bosan.
Jika kau telah temukan pria yang mampu membahagiakanmu lebih dariku
Aku sudah siap dengan hal itu
Aku hanya ingin melihatmu bahagia, meski aku bukanlah orang yang membahagiakanmu saat itu
Untaian kata dari seseorang.. (9)
Disaat ku mulai merasa putus asa
Kau mampu membuatku bangkit kembali
Ya
Kau adalah cahaya cinta yang selama ini aku nantikan dan kurindukan
Semoga kau mengerti,
Bahwa di hatiku telah terukir abadi namamu
Seandainya saja,
Kau telah temukan orang lain yang jauh lebih baik dariku
Maka kejarlah orang itu dan jangan sekali-sekali melihat ke belakang
Aku hanya bisa berharap
Kau bahagia bersamanya
Namun izinkanlah aku tuk tetap menjadi sahabatmu
"Thanks because you always make my heart feeling in love with you. I love you" He said.
Untaian kata dari seseorang.. (8)
Besarnya rasa yang kumiliki
Membuatku sabar dan mengerti dirimu yang mungkin tak mudah untuk menjalin suatu hubungan
Aku akan menunggu sampai kau siap untuk menjalani suatu hubungan yang serius
Meski tahunan,
Akan kulewati demi masa itu
Aku akan tetap setia bersamamu sampai kapanpun itu
Aku tak ingin kehilanganmu
Kamu adalah anugerah terindah untukku
Kamu adalah cahaya penolongku yang datang disaat aku tersesat di suatu tempat yang teramat gelap demi mencari secercah cahaya cinta
Tanpa pernah ku duga,
Kau datang dengan sendirinya dan menghampiriku
Kau mengulurkan tanganmu dan menolongku untuk menjauhi tempat itu
Untaian kata dari seseorang.. (7)
Andai saja kau tahu
Seberapa besarnya cinta yang ku miliki untukmu
Andai saja kau cinta pertamaku yang merangkap menjadi cinta terakhirku
Maka izinkanlah aku untuk selalu ada dalam hidupmu
Meskipun aku tak lagi menjadi kekasih hatimu lagi suatu saat nanti,
Aku tak ingin hubungan kita benar-benar hancur
Aku ingin menjadi seorang sahabat untukmu
Sahabat sejati yang selama ini kau cari
Aku bisa menjadi tempat kau mencurahkan segala isi hatimu
Aku hanya ingin kita tak menjauh
Kamu akan tetap menjadi bagian dari hidupku
Untaian kata dari seseorang.. (6)
Ingin ku tahu,
Apa yang sebenarnya kau harapakan dariku
Namun keterbatasanku menghalangi hal itu
Aku tak sesempurna seperti yang kau impikan
Aku bukan seorang komponis berbakat yang bisa membuat lagu cinta untukmu
Aku hanya bisa bermimpi,
Bermimpi tentang kebahagiaan kita kelak
Tapi aku tak dapat berbuat banyak untuk menyenangkan hatimu
Aku mungkin bukanlah cinta sejati yang selama ini kau nantikan
Namun bagiku kau telah menjadi bagian dari hidupku
Rasanya aku tak sanggup jika kau harus pergi
Menghilang dari pandanganku saat ini
Aku sedih,
Jika kita harus bertengkar menghadapi masalah yang rumit
Tapi aku yakin semua itu pasti ada jalan keluarnya
Aku begitu mencintaimu
Menyayangimu apa adanya
Sungguh, aku berharap maaf darimu
Untaian kata dari seseorang.. (5)
Janji yang pernah terucap di bibirku
Akan kuwujudkan untuk kau yang telah memberikan kebahagiaan tersendiri di hidupku
Meskipun kita sama-sama tak tahu siapa jodoh kita di kemudian hari
Aku selalu berharap orang itu adalah kamu
Jikapun kita tak berjodoh, aku masih berharap kasih sayang yang kita jalani selama ini, kan menjadi kenangan terindah untuk kita
Aku pun menyadari,
Aku tak bisa sempurna seperti yang kau harapkan
Namun perasaanku jauh melebihi perasaanmu
Kamu tahu?
Hari ini kau mampu membuatku kasmaran
Sabtu, 03 Oktober 2015
Untaian kata dari seseorang.. (4)
Apa kamu tahu?
Kau membuatku jatuh cinta pada hari ini, malam ini, detik ini.
Aku akan selalu memberikanmu tempat di sisi hatiku.
Aku suka disaat kamu tertawa,
Aku suka disaat kamu terlihat senang dan bahagia.
Aku tak suka jika kamu bersedih.
Apalagi karena kesalahanku.
Aku terlahir tidaklah sempurna,
Namun dengan adanya dirimu di sisiku pada saat ini, seakan ketidaksempurnaan itu telah tertutup rapat-rapat
Kamu pun tahu,
Bahwa cinta yang ku berikan tidaklah sempurna seperti yang kau harapkan
Tetapi,
Percayalah bahwa aku begitu mencintaimu meski perbedaan diantara kita berdua sangat beragam.
Tapi tenanglah,
Aku menganggap hal itu bagaikan perbedaan matahari dan bulan.
Yang satu berada di puncak siang
Yang satu berada di puncak malam
Untaian kata dari seseorang.. (3)
Aku ingin kau selalu ada disini
Tapi tak dapat ku paksa
Karena kau adalah malaikat bebasku
Jika suatu saat takdirku tak bersamamu
Aku akan tetap selalu membahagiakanmu dengan cara apapun itu
Meski raga ini terlalu banyak kekurangan yang mungkin tak dapat kau terima
Tapi hati ini selalu memiliki kelebihan untuk sebuah cinta dan kasih sayang
Kau membuatku mengerti cinta
Dibawah sinar rembulan yang hampir redup ini,
Kau memberikan cahaya dan kehangatan hatimu yang tak dapat ku balas
Aku hanya bisa membalasnya dengan kesetiaan dan kesabaranku
Karena hati dan ragaku telah kau miliki seutuhnya
Aku berharap,
Dibawah langit yang basah ini
Kau kan selalu ada untukku dalam suka maupun duka
Untaian kata dari seseorang.. (2)
Cinta sejati bukan datang dari pikiran, tapi dari hati.
Untaian kata dari seseorang.. (1)
Cinta itu tak harus bertemu setiap waktu
Cukup dengan rasa saling percaya dan rasa saling memiliki
Cinta itu harus bersabar jika menginginkan hasil yang terbaik
Cinta itu adalah bagaimana cara kita untuk selalu ada disaat orang yang kita cintai membutuhkannya
Cinta itu harus siap dengan segala risiko yang nantinya akan hadir dalam kisahnya
Cara Menghilangkan Stress
2. Jangan berburuk sangka bahwa orang lain akan menghina atau membicarakan anda.
3. Jangan selalu mengingat kesalahan masa lalu. Perasaan bersalah dan penyesalan yang dalam dapat mempersulit karena menguras pikiran dan tenaga.
4. Jangan menyimpan kemarahan dan frustasi. Utarakan dan bicarakan dengan orang lain yang bertanggung jawab atas terjadinya hal itu.
5. Jangan menyimpan rasa dengki dan cemburu. Rasa dengki memakan energi.
6. Jangan membiasakan sikap terburu-buru. Tindakan tersebut menjurus pada Kesalahan-Penyesalan-Stress.
Mungkinkah?
Sebab bersama kita rasakan bahagia
Berpisah adalah siksa
Apa kita diciptakan-Nya sepasang?
Sebab bersamamu ada indah harmoni
Sendiri, aku piano kehilangan bunyi
Kembali
Orang-orang yang tak ingin kutemui
Tempat yang tak ingin ku kunjungi
Kini ada dihadapanku
Tak kupungkiri
Ada satu sisi hati yang masih merindukan saat-saat itu
Meski pahit
Rabu, 23 September 2015
Diam
Bersenandung lirih dalam diam
Menangis dalam diam
Memberontak dalam diam
Berceloteh dalam diam
Tertawa dalam diam
Marah dalam diam
Sakit dalam diam
Lalu apa yang akan berubah jika hanya diam?
Hanya bisa berdoa dan berharap
Lagi-lagi dalam diam
Baru dilmulai lagi?
Sayap-sayap Patah
Takut
Sangat takut
Maju ke depan
Belum siap menghadapinya
Mundur ke belakang
Terjerembap pastinya
Didepan jalan lurus penuh liku
Dibelakang jurang yang dapat membunuh sewaktu-waktu
Diam di tempat?
Harus ada keputusan yang dibuat
Kiri kanan?
Hanya ada dinding yang tak mampu dicapai
Angin membisikan tuk segera lari
Tapi hujan memaksa tuk tetap tinggal
Kemudian mentari datang mencoba menghangatkan
Namun jika terlalu lama kau kan merasa kepanasan
Ingin terpejam saja,
Melanjutkan mimpi yang tertunda
Tapi ternyata mimpi itu selesai begitu saja
Jika malam terjaga,
Pikiran selalu melayang jauh kesana
Sampai saat ini pertanyaan itu belum terjawab semua
Hanya tersisa dugaan sementara
Kemudian memaksa untuk kembali
Terulang puluhan kali
Dengan beragam cerita sedih
Bodoh atau setia
Tak jauh bedanya
Dipermainkan tapi tetap bertahan
Seolah tegar
Padahal sudah hancur menjadi kepingan
Berharap tersadar di kemudian hari
Nyatanya terluka lagi
Yang dia tahu, semua baik-baik saja
Seperti biasanya
Tapi hati selalu mengingkarinya
Bahwa semua ini salah
Iya atau tidak sama sekali
Sama-sama bimbang
Entah apa yang mampu membuatnya bertahan
Cinta tak lagi seindah yang pernah dikenal sebelumnya
Kamis, 17 September 2015
Lagi dan lagi..
Tak bisakah?
Kamu yang menyebabkan ia terluka, lalu sampai kapan kamu akan terus melukainya?
Lagi dan lagi
Tak bisa terbayangkan, jika kamu mengalami sakit yang pernah ia rasa. Baru segini saja, kau sudah bertingkah seenaknya.
Coba jika ada waktu, kamu renungkan. Siapa tahu masih ada sedikit maaf lagi yang tersisa di hatinya..
Semoga saja
Rabu, 16 September 2015
Kepalsuan
Rindu
Tak lebih dari itu
Apa itu mengganggumu?
Apa kau kan segera hilang dan berlalu?
Apa aku yang memang sengaja membiarkanmu hilang dan berlalu?
Menjalani hari demi hari
Dengan tawa dan dipenuhi duka
Memang tak mudah
Lalu bagaimana cara membuatnya terkubur menjadi satu?
Bisakah menjadi musnah tak tersisa?
Atau mungkin akan tetap bersarang dalam kalbu
Hingga hanya waktu yang menyembuhkannya?
Membiasakan diri tak lagi saling bergantung
Tak semudah itu..
Tujuan
Kembali
Lahir dan batin
Di saat sesuatu yang kau miliki nyaris pergi dan menghilang, di saat itu pula sulit untuk kau kembali menggapainya, nyaris menyerah dan melepaskan..
Namun tanpa diduga, di saat itu pula mereka kembali, kembali memelukmu, memberikan kedamaian pada jiwamu
Perlahan-lahan, satu persatu, kau kembali memilikinya
Padahal kau sudah berputus asa mempertahankan ikatanmu,
Tapi ternyata mereka juga yang kembali menguatkannya
Hidup memang tak pernah bisa ditebak
Mereka kembali, kembali dalam pelukmu, selalu menghangatkanmu, memberi kebahagiaan untukmu
Seperti dulu
Kita
Terpikir untuk dekat pun tidak
Setelah itu, hanya sebatas tahu saja
Tak ingin lebih pastinya
Tapi waktu berkata berbeda dari yang kita duga
Kita dipertemukan pada jalan yang sama
Sarat makna untuk terus beriringan
Sesaat, kita merasa nyaman
Sehingga berani berkomitmen untuk mencobanya
Kita bersama
Hari berlalu sangat cepat
Angin pun bertiup semakin kencang
Kita sudah setengah jalan
Tapi apa yang terjadi?
Kita sama sama goyah
Tak ingin lagi berada di jalur yang sama
Kita sudah berbeda
Entah siapa yang perlahan menghancurkannya
Aku, kau, atau dia?
Semua terasa asing bagi kita
Pada akhirnya kita putuskan menyerah
Saling menoreh luka
Sama-sama terjatuh pula
Kita hancur
Tapi hanya untuk beberapa saat saja
Kemudian kepingan itu sedikit demi sedikit kita coba singkirkan
Berharap semua yang pernah terjadi akan terlupa begitu saja
Tapi kita salah
Justru kepingan itu perlahan bersatu kembali untuk melanjutkan sebuah kisah
Dalam keadaan rusak parah penuh tambalan
Dipaksakan untuk terus kembali merajut cerita
Siapa yang sebenarnya egois dan terkesan memaksa?
Di satu sisi,
Kau seolah masih erat menggenggamku dan berkata jangan pergi
Di sisi lain,
Kau memaksaku angkat kaki
Dimanakah kita berada sekarang?
Aku masih tak mengerti
Sekilas Cerita Cinta Masa Remaja
Senin, 14 September 2015
Apabila
Kamu tau bagaimana rasanya soda?
Soda sebuah minuman yang sekilas tampak seperti air putih
Bening dan terlihat menyegarkan
Tapi setelah mampu memuaskan dahaga
Bagaimana rasanya?
Kamu tau sendiri jawabannya
Jika soda diibaratkan sebentuk perasaan
Perasaan yang diutarakan untuk seseorang
Seseorang yang pada awalnya terlihat biasa saja
Namun pada akhirnya perasaan itu berubah menjadi luar biasa
Bukankah sebuah perasaan bisa terasa begitu menyenangkan?
Walaupun hambar, tapi ada sensasi yang menggelitik pada akhirnya
Begitulah sebuah kisah cinta yang diawali rasa penasaran,
Bergulir dengan perasaan yang menakjubkan
Namun tak dapat di pungkiri, akan tiba rasa hambar
Dan akhirnya tersisa kenangan yang berwarna warni kelak
Jumat, 11 September 2015
September
September. Hari ini entah kenapa kembali terasa rasa rindu itu. Percakapan konyol, romantis sampai serius, kembali menari-nari dalam ingatanku.
Saat itu, 5 September 2009 dan aku tak tahu kapan jelasnya semua itu berakhir, sampai hari ini 11 September 2015, semua kenangan itu masih utuh. Tak tersentuh apalagi terusik. Tetap sama, indah dari dulu hingga sekarang.
Hanya dengan membaca sisa percakapan singkat yang tersisa di ponselku, mampu membuatku kembali diguyur kehangatan dan kerinduan yang teramat sangat.
Hai,
Aku tak tahu dimana keberadaanmu sekarang. Bahkan memiliki keberanian untuk menanyakan kabarmu saja tidak.
Hal yang bisa ku lakukan saat kembali merindukanmu hanyalah kembali mengulang yang entah untuk keberapa kali, membaca percakapan kita yang tersisa dan membuka kembali untaian tulisan indah yang pernah kau tuliskan untukku.
Mungkin sudah tak berarti lagi di matamu, tapi kamu salah satu seseorang yang selalu punya tempat teristimewa di hatiku.
Septemberku, aku sangat merindukanmu :)
Menjadi Pendengar
Apalagi jawaban
Diam,
Tapi sama-sama tahu
Mungkin dengan pandangan yang berbeda
Mungkin pula tersakiti salah satunya
Atau keduanya?
Meski telah terungkap, baru saja
Semua tak lagi mengejutkan
Iya, memang sepeti dicubit rasanya
Ah tapi tak apa
Bukannya dulu pernah sampai teriris hingga berdarah?
Tak perlu dijelaskan
Tak perlu mencari alasan
Aku tau semua
Tanpa dia duga
Ternyata,
Tak ada yang berubah
Maka untuk apa menerka?
Jawabannya jelas sudah
Bukan satu-satunya
Sama seperti masih bersama
Gadis Itu
Semua itu palsu
Diam diam pernah mencuri sesuatu darimu
Gadis bertutur kata nan manis itu
Semua itu palsu
Diam diam perkataannya pernah menusukmu
Sungguh, bagimu semuanya palsu
Gadis itu,
Pernah merebut sesuatu darimu
Gadis itu,
Sekali lagi mengoyak hatimu
Memaafkan tidaklah sulit,
Melupakan yang tak mudah
Mungkin hari ini kamu lupa bagaimana rasa itu,
Tapi suatu hari, jika ia nampak lagi didepanmu
Apa kamu bisa lupa bagaimana rasanya?
Semoga pabila saatnya nanti,
Dia akan merasakan perasaan yang sama
Seperti apa yang kamu rasa
Rasa sakit, yang tak kunjung sembuh
Rehat
Bukan berarti punah
Apalagi musnah
Hanya butuh ketenangan sesaat
Jauh dari hingar bingar
Menentramkan jiwa
Kesendirian tidak selalu identik dengan kesepian
Justru kesendirian sangat melatih kemandirian
Menghindari hiruk pikuk interaksi manusia
Tak selamanya terkesan buruk
Diam bukan berarti marah
Sendu bukan berati murung
Bersama tak selalu menguntungkan
Berpisah tak selalu memilukan
Perbedaan Keduanya
"Andai saja kita bertemu lebih awal, pasti semua terasa semakin indah. Mengapa aku tidak mengenalmu sedari dulu?"
Kemudian, ia pergi dan waktu belum mengizinkan kita bersama. Tentu ada luka, namun meninggalkan bekas yang indah.
Lalu, hadirlah seseorang yang lain. Dan apa yang terjadi setelah ia juga pergi? Hanya umpatan dalam hati seorang wanita, karena tergurat jelas luka yang disayatkan olehnya.
Wanita itu hanya bisa bilang,
"Andai saja kita tak pernah bertemu sebelumnya, mungkin semuanya akan baik-baik saja. Tentu tak akan ada yang terluka."
Pilihan
Tak tau harus berjalan ke arah yang mana
Tak tau harus memilih yang mana
Tak bisakah, Kau saja yang mendekatkannya untukku tanpa harus ku melangkah terlalu jauh?
Tak bisakah, Kau saja yang menunjukkan jalannya bila aku harus tetap melangkah?
Aku hanya takut salah,
Tentu tak tahu mana baik mana buruk
Aku hanya mulai terasa lelah,
Menentukan untuk berjalan ke arah mana
Akankah lelah kan berganti dengan semangat membara?
Semoga, suatu hari nanti
Batas
Saling tenggelam menyelami pondasi pertahanan itu
Tapi kita masih tetap menyatu bukan?
Tak tau apa yang bisa menyatukan
Perbedaan persepi yang bertolak belakang
Bertahan pada argumen pribadi
Tapi kita bisa berdamai?
Padahal,
Tak tau siapa yang salah, siapa yang benar
Mengharu biru karena batas perbedaan sudah mampu dilalui
Namun dalam hati selalu bertanya,
Lalu kemana lagi kaki ini harus melangkah?
Membenarkan yang salah,
Menyalahkan yang benar
Itulah hebatnya manusia,
Sudah tau salah, tapi tetap bangga
Sebuah Ingatan
Hatimu lagi yang menjadi korban.
Mungkin sudah ratusan hari lalu kejadiannya. Lama tak tersentuh dan sengaja terabaikan. Tapi jika saatnya tiba, ketika ia tiba-tiba kembali "mengganggu", apa yang bisa kamu lakukan?
"Ingatan" itu tak mudah enyah dari kepalamu dan tak sungkan kembali mencabik hatimu. Tanpa permisi kembali mengacaukan bentenganmu.
Apa yang bisa kamu lakukan?
Menghapus? Tentu tidak bisa. Semuanya sudah terlanjur terjadi dan terpahat sempurna didalam hati. Membekas tanpa ampun dan sering meradang tanpa sebab.
Apa yang bisa kamu lakukan?
Menyesalinya? Percuma. Tak ada yang berubah. Semua telah berhasil merusak segalanya.
Lalu apa yang bisa kamu lakukan?
Sampai saat ini, sedikitpun ingatan itu tak pernah luput dari kepala. Setiap detail kejadian masih tergambar jelas tanpa ada bagian yang hilang.
Sebanyak apapun kau coba untuk mengembalikannya seperti semula. Bersih tanpa noda. Tetap saja, ingatan itu sudah terpatri sempurna didalam jiwa.
Selamat untukmu,
Untuk kalian?
Berhasil mengubah tawa menjadi duka. Berhasil membuat senjata dan menghancurkan seenaknya.
"Jangan pernah salahkan aku, bila semua tak akan pernah bisa kembali seperti sedia kala, sehebat apapun kau mencoba."
Sabtu, 05 September 2015
Kamu Yang Berbeda
Kamu yang hadir memenuhi notifikasiku
Adalah kamu yang berbeda
Entah sudah berapa lama aku merasakan hal itu
Kamu yang ada didepanku
Selalu terasa asing bagiku
Dingin membeku
Bahkan aku ingin selalu bersikap acuh
Kamu yang memenuhi notifikasiku
Selalu mampu menghangatkanku
Dalam keadaan apapun itu
Jadi aku selalu menunggumu
Bagiku
Kamu itu semu
Sabtu, 29 Agustus 2015
Cemburu
Terlihat senyum kecut di bibirnya
Tersirat wajah masam di mukanya
Ya,
Dia sudah paham dengan perasaan ini
Sudah ia rasakan mungkin untuk ratusan kali
Perasaan ini, dia namakan cemburu
Terkadang dibenarkan, terkadang menjadi petaka
Tapi apalah daya, hanya diam yang bisa ia lakukan sekarang.
Perasaan itu memang sudah takdirnya terbagi-bagi, takkan pernah utuh menjadi miliknya
Terkadang waktu luangmu tak lagi jadi yang utama untuknya
Jelas rasa kehilangan juga tak bisa terelakan
Melihat senyum bahagia di wajahmu
Kisah manis yang kau sebut
Rona merah dipipimu
Mana tega ia mengumbar duka yang di rasa?
Kau sudah menemukan duniamu
Kau sudah menemukan sandaranmu
Kau sudah menemukan separuh hatimu
Disaat sahabatnya sedang jatuh cinta
Sekali lagi ia harus merasakan terluka sekaligus bahagia
Hanya satu pintanya
Jangan pernah lupakan kisah yang pernah terajut
Bahagiamu yang terdahulu
Ingat, ia akan tetap selalu ada untukmu
Kini harus ia akui,
Kau menjadi semakin cantik, sahabat
Berjanjilah jangan hadirkan lagi wajah murung itu
Selamat untukmu :)
Dia kira, itu kamu..
Dia kira itu kamu
Tapi ternyata bukan kamu
Hanya mirip kamu
Berapa puluh orang,
Yang dia kira itu kamu
Apa sebabnya?
Mungkin karena rasa rindu yang menumpuk
Yang sampai saat ini belum berujung
Telah bertahun-tahun lalu
Tapi bayangmu masih membuntut
Apa wajahmu masih seperti dulu?
Apa wangi parfummu masih sesegar dulu?
Apa senyummu masih semanis dulu?
Apa perasaanmu masih seutuh dulu?
Dia ingin sekali saja berjumpa denganmu
Tapi waktu tak pernah mengizinkan bertemu
Pernah mereka berada dalam gedung yang sama
Namun takdir berkata lain
Mereka menjauh pada kedua sudut yang berbeda
Lagi-lagi
Mereka hanya bertemu dalam dunia maya yang semu
"Jika suatu hari kita bertemu
Akankah perasaan itu masih milikmu milikku?"
Rabu, 26 Agustus 2015
Kita sama-sama tau senyum itu ditujukan untuk siapa
Kita sama-sama tau tatap mata itu disembunyikan untuk siapa
Kita sama-sama tau perasaan itu disimpan untuk siapa
Kita sama-sama tau doa itu dipanjatkan untuk siapa
Kita sama-sama tau harap itu diberikan untuk siapa
Berawal dari pertemuan dan perpisahan yang tak pernah terduga
Senin, 24 Agustus 2015
Rabu, 29 Juli 2015
Istilahnya, "saling menjaga"
Bukan lagi menjaga dalam arti selalu bersama, selalu disisinya, selalu mendapat kabar darinya, selalu tahu dimana keberadaannya, selalu bertanya apa yang sedang dilakukannya. Bukan lagi saling menatap, saling mengikat, apalagi saling mengenggam.
Entah mengarah kemana dan maksudnya apa, kami sama-sama tidak tahu. Entah hanya sepihak yang merasakannya atau keduanya. Entah memiliki tujuan yang sama atau bersilangan.
Sekarang,
Istilahnya saling menjaga, namun bukan dalam arti kata yang sesungguhnya. Saling menjaga emosi, saling menjaga ucapan, saling menjaga perbuatan, saling menjaga perasaan, saling menjaga hati, saling menjaga komunikasi walau terjadi tidak secara langsung. Tanpa perlu menatap, tanpa perlu berharap, tanpa perlu ada hasrat. Tanpa lagi merasa saling memiliki, namun hati tetap saling terkait. Bisa menyatu dalam doa, lalu dipertemukan dalam sebuah rencana.
Tidak, kami yakin ini bukan kebetulan semata. Semuanya telah dibuat skenarionya. Memang seperti ini jalannya, maka kami tak akan mencoba untuk mengubahnya. Bukan tak mau berusaha, hanya saja ingin lebih taat dan menerima semua jalan terbaik dari-Nya.
Bila kami tak dipersatukan dalam cinta sepasang kekasih, toh kami dipersatukan dalam cinta seorang sahabat. Bila kami tak dibiarkan berjalan bersisian untuk meraih mimpi yang sama, toh kami masih bisa saling berbagi pengalaman. Percayalah, semua ini yang terbaik dari-Nya. Apa kau masih meragukannya?
Semuanya terasa lebih indah, ketika kau menyadari bahwa Dia selalu memberikan apa yang kau butuhkan, bukan yang kau inginkan. Sesungguhnya, sesuatu yang kau inginkan belum tentu baik bagi-Nya, namun apapun yang telah ia berikan sudah pasti yang terbaik bagimu walau kau merasa itu tak baik untukmu.
Semua yang telah Dia anugerahkan merupakan rahmat yang perlu kau syukuri setiap saat :)
Menipu Diri
Kalian sama-sama menipu diri
Memaksa saling menjauh, padahal kalian membutuhkan
Memaksa saling berpaling, padahal kalian curi pandang
Memaksa saling mengabaikan, padahal kalian peduli
Memaksa saling menguatkan, padahal kalian lemah
Memaksa saling tersenyum, padahal kalian menangis
Memaksa saling mengobati, padahal kalian terluka
Entah sampai sejauh mana sandiwara ini akan terus dimainkan?
Siapa yang akan menyerah lebih awal?
Sakit,
Tapi harusnya ini jadi yang terbaik.
Perih,
Tapi semua ini sudah benar.
Lalu, apalagi?
Haruskah kalian benar-benar dipisahkan?
Agar jarak mengajari kalian,
Apa itu arti kesetiaan
Apa itu arti kerinduan
Apa itu arti kebersamaan
Sehingga,
Apabila suatu hari kalian kembali dipertemukan dalam waktu yang tepat dengan perasaan yang sedikit pun tak berubah,
Perasaan yang muncul kembali murni,
Terwujud dalam sebuah jalinan yang suci
Kemudian,
Perlahan sirna luka di masa lalu yang pernah tak sengaja tergoreskan begitu saja. Dengan sendirinya mengering, kemudian kembali menjadi utuh seperti sedia kala
Maka, akan terbukti perasaan kalian yang sesungguhnya
Tetap sama? Atau sudah berbeda?
Coba Saja
Ajarkanku
Kalau katamu, menjadi teman baik merupakan kasih sayang yang paling tulus
Tunjukkan padaku
Kalau katamu, semua tak lagi sama
Yakinkan aku
Kalau katamu, dengan begini takkan ada yang tersakiti
Buktikan untukku
Walaupun semua tak lagi sama,
Tapi tidakkah kau merasa bahwa semuanya seolah kembali seperti semula?
Memang,
Hanya status yang membedakan semuanya
Tapi apa itu berpengaruh?
Apa itu penting?
Toh kita tetap sama-sama saling mengisi?
Mungkin mudah bagimu menjalani semua ini tanpa ada ikatan yang jelas
Tapi sebenarnya tidak bagiku
Lagi-lagi aku hanya mencoba menjaga perasaanmu
Terlebih apa yang sudah kau lakukan padaku
Aku mencoba tidak mempedulikannya
Dan tetap saja masih ada sedikit rasa untuk membahagiakanmu
Walau kau tak coba lakukan itu untukku
Saat ini,
Aku hanya seorang yang tak ingin membalas pengkhianatan yang telah kau lakukan
Kamis, 23 Juli 2015
Kau harus tahu
Masih tergambar jelas, betapa dulu dengan mudahnya kau mengabaikan, sedikit pun tak memepedulikannya, menoleh pun enggan, apalagi menyapa. Kau asyik dengan dunia barumu yang sebenarnya semu. Melupakan orang-orang disekelilingmu yang sebelum saat itu tiba, mereka selalu ada di sisimu. Masih ingatkah kau?
Membuat banyak orang bertanya-tanya, menyakiti hati beberapa dari mereka, bahkan kau sanggup melukai perasaanku. Tak peduli sehebat apa aku merindukanmu, kau malah berpaling. Merasa rindu yang tak terbalas, bukankah terasa memilukan? Bahkan di saat itu pula kau malah mendapati sebuah pengkhianatan. Masih sanggupkah kau bertahan?
Mungkin sebagian orang berkata tidak.
Namun bagaimana denganku?
Rasanya tak semudah itu,
Karena aku masih tak menyangka waktu yang telah dihabiskan selama bertahun-tahun kalah dengan waktu yang kau habiskan bersamanya selama 1 bulan. Miris bukan?
Tapi saat ini, mungkin disaat kau telah menyadari keegoanmu, mereka telah pergi. Mereka yang merasa telah kau khianati kini berganti memalingkan wajah darimu. Sama seperti yang kau lakukan pada mereka dulu. Mereka terlanjur kecewa. Sekarang kau datang seenaknya, disaat mereka telah mampu melalui masa sulit itu tanpamu, tanpa perhatian darimu. Lalu dengan begitu angkuhnya kau kembali begitu saja. Tentu mereka tak lagi bisa menerimamu seperti sedia kala. Kau terkesan datang hanya disaat kau membutuhkan mereka. Namun disaat mereka yng membutuhkanmu, kau kemana?
Kali ini bukan lagi soal perasaan, namun masalah hati yang sudah terlanjur terluka.
Tak peduli seberapa sering kata maaf itu terucap, tak peduli seberapa manis perhatian itu diberikan, tak peduli seberapa manis rayuan itu dilontarkan, tentu takkan merubah apapun. Tembok yang sudah ditancapi paku, ketika paku itu dicabut, akan tetap berlubang bukan?
Ya kurang lebih seperti itu keadaan yang sebenarnya..
Kamis, 02 Juli 2015
Baru disadari, bahwa peluh yang menetes ini tak sederas peluh yang mereka teteskan
Rabu, 01 Juli 2015
Jika Saja..
Jika kau berniat berjalan mengarah padaku, luruskanlah
Jika rindu itu untukku, simpanlah
Jika air mata itu jatuh karenaku, hapuslah
Beri aku pertanda,
Beri aku kepastian
Untuk selalu menunggumu
Hingga tiba waktunya,
Hingga semuanya mengizinkan
Mungkin tidak hari ini, besok, lusa, atau beberapa tahun ke depan
Namun jika memang kau ditakdirkan untukku
Dengan sepenuh hati akan ku nanti
Jika saja dibalik semua luka dan kesakitan ini tersimpan sejuta kebahagiaan yang abadi, tak apa ku tanggung sendiri
Ku pendam dalam hati
Hingga suatu hari terjawab nanti
Dari penantian yang ku jalani
Biarlah sama-sama kita memantaskan diri
Semoga Tuhan menghendaki
Jikapun tak bersanding denganmu
Ku yakin siapapun orangnya, itulah yang terbaik
Walaupun saat ini ku tak tahu untuk siapa hatimu itu
Untuk siapa rasa rindu itu
Untuk siapa senyum tersembunyi itu
Setidaknya, biarlah perasaan ini tetap abadi jika suatu saat nanti kita kan kembali
Jikalau tidak abadi
Kita kan bahagia bersama pendamping masing-masing suatu hari nanti
Semoga kau membaca tulisan ini,
Aku pun merindukanmu, sebenarnya
Dan sangat berharap perubahan besar dalam hidupmu :')
Selasa, 30 Juni 2015
Terasa lelah untuk memendam semuanya
Namun tak kuasa apabila mengetahui kebenarannya
Mencoba saling tersenyum
Walau terselip perih di hati
Mencoba saling menatap
Walau tersimpan air mata yang kan membasahi
Terlalu sakit untuk di simpan
Terlalu sulit untuk di ucap
Mencoba membentengi diri
Namun tak kuasa menahan terpaan yang silih berganti
Ingin menggapai terasa sulit
Melepaskan begitu sakit
Terpaku pada suatu hal yang tak pasti
Hingga kini menyiksa diri
Pergilah menjauh
Jika kau kan kembali berlalu
Hampiri tujuanmu
Tinggalkan aku
Perlahan
Kau,
Jangan terus datang
Jika kan segera menghilang
Selasa, 23 Juni 2015
Maaf..
Tak peduli sekeras apa kau memaksa kembali masuk ke dalam hati. Tak peduli sehebat apa kau mencoba merayu. Tak peduli semanis apa perlakuanmu padaku. Aku akan tetap berdiri disini. Bertahan pada keputusan yang pada awalnya sulit untuk ku lalui. Bertahan pada keputusan yang menurutmu adalah jalan terbaik. Bahkan saat itu kau sendiri yang bilang bahwa semuanya tak lagi sama. Sejak saat itu, aku memberanikan diri untuk menjauh, sangat jauh. Agar mudah bagiku melalui hari lagi tanpamu, sama seperti saat belum pernah mengenalmu. Lalu, sekarang mengapa kau hadir kembali? Menyesal?
Maaf, tak semudah itu kau miliki kembali hatiku yang sudah terlanjur tak tersisa untukmu.
Senin, 22 Juni 2015
Jangan pernah datang jika akan menghilang
Sebaiknya,
Jangan pernah berjumpa jika akan berpisah
Sebaiknya,
Jangan pernah ada sapa jika akan terabaikan
Sebaiknya,
Jangan pernah menyentuh jika akan menjatuhkan
Sebaiknya,
Jangan menggenggam jika akan melepaskan
Sebaiknya,
Jangan beri perhatian jika hanya dijadikan pelarian
Sebaiknya,
Jangan memberi harapan jika semuanya angan
Sebaiknya,
Jangan menggoda jika tak dijadikan satu-satunya
Sebaiknya,
Jangan pernah berjanji jika akan mengingkari
Sebaiknya,
Jangan pernah tersenyum jika tak bisa termiliki
Sebaiknya,
Jangan menoreh luka jika tak mampu mengobati
Silahkan pergi dan jangan pernah kembali
Semuanya sudah begitu menyakitkan
Sehingga enggan untuk kembali
Biarlah tetap menjadi kenangan
Skenario Terindah
Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...
-
Jangankan dalam nyata Alam mimpi pun menghadirkan wajahmu bias Terbentur kehadirannya yang tanpa diminta ikut serta Berganti-...
-
Jarak jauh terpisah Dipisahkan oleh puluhan batas wilayah Kau di kota pelajar, sedang aku di kota metropolitan Komunikasi juga terb...
-
Terlalu banyak rahasia yang tersimpan di antara kita Terasa lelah untuk memendam semuanya Namun tak kuasa apabila mengetahui kebenarannya ...


