Bukan dengan tatap mata apalagi bicara
Hanya tulisan yang mampu menjadi perantara komunikasi kita
Tanpa harus merasa malu, tanpa harus merasa canggung nyatanya
Walaupun rasanya masih ada aja sekat didalamnya
Memang, hanya tulisan yang membuat kita menjadi lebih terbuka
Hanya tulisan yang membuat kita menjadi lebih dekat
Hingga kita bisa lupa kalau waktu sudah larut malam
Lewat syair, percakapan, hingga pengalaman
Kita tuangkan secara gamblang
Tak peduli bagaimana tanggapan orang
Hanya kita, tak butuh pengertian yang lainnya
Sabtu, 16 April 2016
Sabtu, 09 April 2016
Meski lambat dan terseok-seok, aku sudah berlari sejauh ini. Jauh dari pusaran yang selalu siap menenggelamkan dan kembali menyiksa batin. Tak mampu lagi untuk dibawa berputar-putar dalam arus yang rumit. Kemudian tersesat pada jalan yang tak pernah ku mengerti.
Kau selalu saja berusaha menyeretku kembali. Dipaksa menceburkan diri kemudian dimuntahkan lagi sesuka hati. Apa kamu masih punya nyali untuk menyakiti? Mungkin memang tak tahu diri.
Aku sudah tak menoleh barang sedikit. Tapi kau terus saja memanggil-manggil. Dengan nada perih seolah teriris melihatku pergi. Namun ketika ku coba kembali kau tertawa bagai iblis. Sungguh untuk kesekian kalinya aku tertipu pada lolongan lelaki bermulut manis.
Sekarang, aku telah sampai pada kenyataan yang tak henti menamparku bolak-balik. Jangan harap aku membalik badan untuk kembali tersenyum manis. Aku akan terus melangkah kedepan tanpa lagi pernah peduli.
Terkecuali...?
Ah tiada lagi. Aku dan segalanya sudah pergi. Ingat, kau tak usah mencari-cari.
Minggu, 03 April 2016
Sayang, Kamu Tak Pernah Tahu
Apa kamu tahu,
Aku harus melawan jutaan kenangan yang menghujam, saat aku kembali menginjakan kaki di tempat kelam.
Apa kamu tahu,
Aku harus memendam rasa sakit yang tercipta, saat kembali ke masa yang tertinggal.
Mungkin jarak yang akan menciptakan kerinduan.
Mungkin jarak yang akan menambah kedewasaan.
Mungkin jarak yang akan mengajarkan pengorbanan.
Mungkin jarak juga yang akan memupuskan semua harapan.
Aku harus melawan jutaan kenangan yang menghujam, saat aku kembali menginjakan kaki di tempat kelam.
Apa kamu tahu,
Aku harus memendam rasa sakit yang tercipta, saat kembali ke masa yang tertinggal.
Mungkin jarak yang akan menciptakan kerinduan.
Mungkin jarak yang akan menambah kedewasaan.
Mungkin jarak yang akan mengajarkan pengorbanan.
Mungkin jarak juga yang akan memupuskan semua harapan.
Langganan:
Postingan (Atom)
Skenario Terindah
Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...
-
Jangankan dalam nyata Alam mimpi pun menghadirkan wajahmu bias Terbentur kehadirannya yang tanpa diminta ikut serta Berganti-...
-
Jarak jauh terpisah Dipisahkan oleh puluhan batas wilayah Kau di kota pelajar, sedang aku di kota metropolitan Komunikasi juga terb...
-
Terlalu banyak rahasia yang tersimpan di antara kita Terasa lelah untuk memendam semuanya Namun tak kuasa apabila mengetahui kebenarannya ...