Perhatian kecil itu ternyata masih ampuh membuatku mengulum senyum
Dan hatiku membuncah bahagia.
Hai, apa kabar?
Mungkin kata itu hanyalah suatu awalan saja, yang tanpa kita tahu, dari 1 kalimat itu bisa muncul ribuan kalimat kalimat berikutnya.
Entah angin apa yang membawamu kembali padaku, sebenarnya haruskah ku abaikan atau perlu kuperjuangkan lagi?
Namun kenyataan sama sama menghantam kita dengan kerasnya, seolah membangunkan kita dari angan yang telah lama pudar sebenarnya.
Kau dan aku tlah memilih jalan berbeda.
Kemudian ada seseorang disana yang menunggu kita.
Haruskah kita meninggalkannya untuk tetap bersama?
Pasti akan banyak yang terluka bila kita melakukannya.
Tetapi haruskah kita korbankan lagi perasaan itu yang mulai membara?
Mungkin akan lebih baik jika kau menghilang selamanya.
Kita bisa menjalani hidup masing-masing tanpa harus kembali terjerumus pada hati yang tlah lama diingkari.
Mungkin akan lebih baik.
Tidak seperti sekarang.
Kehadiranmu perlahan mengacaukan kembali perasaanku.
Entah kau merasakan hal yang sama atau tidak.
Namun perasaan rindu yang telah lama tersimpan, kini menguak kembali, menyesakkan.
Rasa ingin terus bersama, saling memberi kabar, perhatian kecil itu, bahkan perasaan takut kehilangan lagi muncul begitu saja.
Namun perlu kusadari.
Butuh waktu.
Dan semua tak lagi sama.
Kita telah memilih jalan yang berbeda.
Pergilah dariku.
Jemput masa depanmu.
Dan aku akan menjemput pula masa depanku.
Mungkin tanpa ada lagi kata KITA.
Senin, 16 Juni 2014
Senin, 09 Juni 2014
Masa Itu
Hari hari cepat berganti
Tanpa terasa pendewasaan diri pun cepat terjadi
Mereka yang telah pergi
Emtah mengapa satu per satu hadir kembali
Meski hanya seulas senyum
Atau menyapa sambil lalu
Entah untuk menanyakan kabarku
Atau memiliki maksud tertentu
Sudahlah
Aku tak peduli semua itu
Yang harus ku pedulikan ialah rasaku
Jauh jauh telah ku pendam
Namun seiring berjalannya waktu
Lalu mereka hadir lagi dihidupku
Semuanya terasa mudah untuk memunculkan lagi rasaku
Tak bisa ku pungkiri
Senyum ini terlukis lagi
Walau mereka mungkin tak pedulikan itu
Namun dalam diam aku merindukan masa lalu
Tanpa terasa pendewasaan diri pun cepat terjadi
Mereka yang telah pergi
Emtah mengapa satu per satu hadir kembali
Meski hanya seulas senyum
Atau menyapa sambil lalu
Entah untuk menanyakan kabarku
Atau memiliki maksud tertentu
Sudahlah
Aku tak peduli semua itu
Yang harus ku pedulikan ialah rasaku
Jauh jauh telah ku pendam
Namun seiring berjalannya waktu
Lalu mereka hadir lagi dihidupku
Semuanya terasa mudah untuk memunculkan lagi rasaku
Tak bisa ku pungkiri
Senyum ini terlukis lagi
Walau mereka mungkin tak pedulikan itu
Namun dalam diam aku merindukan masa lalu
Langganan:
Postingan (Atom)
Skenario Terindah
Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...
-
Jangankan dalam nyata Alam mimpi pun menghadirkan wajahmu bias Terbentur kehadirannya yang tanpa diminta ikut serta Berganti-...
-
Jarak jauh terpisah Dipisahkan oleh puluhan batas wilayah Kau di kota pelajar, sedang aku di kota metropolitan Komunikasi juga terb...
-
Terlalu banyak rahasia yang tersimpan di antara kita Terasa lelah untuk memendam semuanya Namun tak kuasa apabila mengetahui kebenarannya ...