Hai pemilik kenangan di bulan
September. Hari ini entah kenapa kembali terasa rasa rindu itu. Percakapan konyol, romantis sampai serius, kembali menari-nari dalam ingatanku.
Saat itu, 5 September 2009 dan aku tak tahu kapan jelasnya semua itu berakhir, sampai hari ini 11 September 2015, semua kenangan itu masih utuh. Tak tersentuh apalagi terusik. Tetap sama, indah dari dulu hingga sekarang.
Hanya dengan membaca sisa percakapan singkat yang tersisa di ponselku, mampu membuatku kembali diguyur kehangatan dan kerinduan yang teramat sangat.
Hai,
Aku tak tahu dimana keberadaanmu sekarang. Bahkan memiliki keberanian untuk menanyakan kabarmu saja tidak.
Hal yang bisa ku lakukan saat kembali merindukanmu hanyalah kembali mengulang yang entah untuk keberapa kali, membaca percakapan kita yang tersisa dan membuka kembali untaian tulisan indah yang pernah kau tuliskan untukku.
Mungkin sudah tak berarti lagi di matamu, tapi kamu salah satu seseorang yang selalu punya tempat teristimewa di hatiku.
Septemberku, aku sangat merindukanmu :)
Jumat, 11 September 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Skenario Terindah
Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...
-
Jangankan dalam nyata Alam mimpi pun menghadirkan wajahmu bias Terbentur kehadirannya yang tanpa diminta ikut serta Berganti-...
-
Jarak jauh terpisah Dipisahkan oleh puluhan batas wilayah Kau di kota pelajar, sedang aku di kota metropolitan Komunikasi juga terb...
-
Terlalu banyak rahasia yang tersimpan di antara kita Terasa lelah untuk memendam semuanya Namun tak kuasa apabila mengetahui kebenarannya ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar