Jumat, 11 September 2015

Sebuah Ingatan

Ketika kamu kembali "teringat" pada suatu hal yang tidak menyenangkan, apapun itu tak ada yang bisa menghalangi munculnya sebuah ingatan. Bertubi-tubi, semua memberontak bagai ditarik paksa keluar dari tempat peraduannya. Dampaknya?
Hatimu lagi yang menjadi korban.

Mungkin sudah ratusan hari lalu kejadiannya. Lama tak tersentuh dan sengaja terabaikan. Tapi jika saatnya tiba, ketika ia tiba-tiba kembali "mengganggu", apa yang bisa kamu lakukan?

"Ingatan" itu tak mudah enyah dari kepalamu dan tak sungkan kembali mencabik hatimu. Tanpa permisi kembali mengacaukan bentenganmu.

Apa yang bisa kamu lakukan?

Menghapus? Tentu tidak bisa. Semuanya sudah terlanjur terjadi dan terpahat sempurna didalam hati. Membekas tanpa ampun dan sering meradang tanpa sebab.

Apa yang bisa kamu lakukan?

Menyesalinya? Percuma. Tak ada yang berubah. Semua telah berhasil merusak segalanya.

Lalu apa yang bisa kamu lakukan?

Sampai saat ini, sedikitpun ingatan itu tak pernah luput dari kepala. Setiap detail kejadian masih tergambar jelas tanpa ada bagian yang hilang.

Sebanyak apapun kau coba untuk mengembalikannya seperti semula. Bersih tanpa noda. Tetap saja, ingatan itu sudah terpatri sempurna didalam jiwa.

Selamat untukmu,
Untuk kalian?

Berhasil mengubah tawa menjadi duka. Berhasil membuat senjata dan menghancurkan seenaknya.

"Jangan pernah salahkan aku, bila semua tak akan pernah bisa kembali seperti sedia kala, sehebat apapun kau mencoba."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Skenario Terindah

Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...