Bagaimana bisa
semudah ini aku jatuh cinta pada seseorang melalui tulisannya. Hanya tulisannya.
Sedangkan Dia menunjukkan kekuasaan dan kasih sayang-Nya yang tak berbatas dan masih sering membuatku lalai?? Ya, Tuhan lagi-lagi aku khilaf dalam hal perasaan.
Aku tahu
penulis ini sekitar 3 tahun yang lalu. Seorang teman pernah bercerita, “Kamu
tahu dia juga?” celetuknya saat kami sedang membahas tentang penulis yang kami
kagumi. Saat itu kami sedang bertiga di dalam kamar yang cukup pengap dihuni
oleh 3 orang.
“Tahu lah,
tulisannya bagus loh. Aku selalu ikutin perkembangan blognya.” Jawab si A.
Aku yang
sama sekali tidak mengenalnya, jadi penasaran. “Emang dia siapa sih? Terkenal
ya? Kok aku baru dengar namanya.” Tanyaku polos.
“Ih dia itu
gebetan aku tau, temen sekolah dulu. Sekarang jadi keren gitu. Hahaha makin
ganteng pula.” Si B mulai nyerocos dengan mata berbinar-binar.
“Coba mana
blognya, aku mau baca tulisannya. Sebagus apa sih? Sampai kalian terpesona
gitu.” Ternyata mereka sukses membuatku penasaran setengah mati.
“Kamu harus
baca pokoknya. Aku aja yang gak suka baca, setelah baca tulisannya, makin jatuh
cinta.” Kata si B ber-api-api. “Eh tapi jangan deh, kamu gausah baca. Nanti kamu
ikutan naksir, aku makin banyak saingannya deh.” Lanjut si B dengan wajah di
cemberut-cemberutkan.
“Udah
buruan buka blognya, kamu pasti suka deh.” Kali ini si A memberiku dukungan dan
segera menuliskan nama blog penulis ‘yang katanya keren itu’ di ponselku.
Tak sabar,
aku segera mengklik link tersebut.
Satu demi
satu tulisan yang sudah ia publish aku baca sampai tuntas. Rasanya penasaran
ini seperti tak berkesudahan. Membaca tulisannya seolah menjadi candu. Hingga aku
tiba di akhir tulisannya dengan rasa kecewa.
Waktu itu,
blognya terbilang masih baru. Karena ku dengar dia belum lama ini baru tertarik
dalam dunia sastra. Jadi maklum, kalau aku bisa menuntaskan tulisan di blognya
hanya dengan waktu 15 menit.
Sampai akhirnya
tiba pada saat ini, saat aku tiba-tiba ingin menuliskannya di sela-sela waktu
sengganggku.
Terlintas namanya
begitu saja. Langsung ku buka blognya yang sudah sangat lama tak ku sentuh.
Dan ternyata..
dia sudah menerbitkan satu buku.
Tulisan yang
ia posting juga sudah cukup banyak. Lagi-lagi semua isi dan pesan tersiratnya
menghanyutkanku.
Ah, mengapa
aku rasanya begitu mudah jatuh cinta dengan pesona sastranya. Dan tentunya, aku
semakin dibuat penasaran oleh sosoknya, karena setiap foto yang menampakkan
wajahnya dibuat blur atau di tutup dengan sesuatu.
Sayangnya,
ketika aku membaca karyanya, mengingatkanku pada seseorang yang tak jauh
berbeda dengan genre tulisannya. Seseorang itu, kamu.
