Entah sudah berapa ratus hari kau tak kunjung menghampiriku, hujan
Tahukah kau, aku semakin tandus tanpa setetespun air yang turun dari langit-Mu
Aku sangat merindukanmu, hujan
Hanya kau yang mampu membuatku tampak hidup
Bukan seperti ini, kering kerontang
Aku sangat merindukanmu, hujan
Hadirmu yang selalu ku tunggu
Tiada yang lain
Mengapa kau menghilang terlalu lama?
Tahukah kau, aku tersiksa menunggumu tanpa batas
Aku pikir, aku akan terbiasa tanpa kehadiranmu
Tapi ternyata ada lubang besar yang menganga dihidupku
Aku membutuhkanmu
Apa kau tak merindukanku?
Apa kau tak ingin menemuiku?
Apa kau tak sanggup sekedar menyapaku?
Aku,
Tanahmu yang semakin mengering tanpa penyegaran darimu
Aku ingin mereka menghirup aroma kita
Perpaduan antara tanah berdebu dan bulir hujan
Aroma yang begitu menggiurkan dan menentramkan
Aku ingin mereka merasakan sejuknya airmu, yang mampu sejukanku juga
Aku sudah terlalu lama disinari matahari yang tanpa ampun menyengatku
Tanpa kehadiranmu, aku menjadi seperti ini
Bahkan untuk menghidupkan diriku saja, terasa sulit
Bagaimana bisa aku menyuburkan tanaman itu yang bergantung padaku?
Setiap hari,
Tidak,
Setiap saat, aku setia menunggu kehadiranmu, bahkan hanya sekejap saja
Tak mengapa bagiku, asalkan kau singgah aku sudah bahagia
Tapi penantianku seolah tak berujung
Kau tak jua kunjung datang
Hujan..
Aku sangat membutuhkanmu
Kau tahu akan hal itu
Aku tak mampu bertahan lama tanpa kehadiranmu
Kau yang mampu menyegarkanku
Tanpamu, aku tampak layu
Dunia sudah merubahmu
Akibat ulah mereka kau jadi hadir tak menentu
Mengapa mereka sejahat itu?
Padahal, siapapun tahu kita saling bertaut
Aku, tanahmu yang sampai saat ini masih menunggumu
Selalu
Sudikah kau,
Berbaik hati menemuiku walau sesaat?
Aku, tanahmu yang selalu menantikan kepulanganmu
Aku, tanahmu yang senantiasa menjagamu disaat kau jatuh
Aku, tanahmu yang bersedia menahan sakit karenamu
Bahkan ribuan tetes air yang kau jatuhkan, sedikitpun aku tak bisa membencimu sekalipun itu mampu melukaiku bahkan menghancurkanku
Akulah tanahmu,
Tempatmu melabuhkan tetesan air yang terjatuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar