Kamis, 17 September 2015

Lagi dan lagi..

Padahal tak seberapa, tapi dianggap luar biasa. Hanya saja kamu tak menyadarinya, sakitnya tak seberapa dari apa yang pernah ia rasakan. Baru segitu saja, kamu sudah menggapnya masalah besar bukan? Luka serius yang terkesan tak ada obatnya. Andai saja kamu tau, seberapa parah luka yang pernah kau torehkan padanya, mungkin kau akan merasa malu jika terlambat menyadarinya. Saat ini yang bisa ia lakukan hanya diam. Menangis didalam senyumannya. Karena sekarang ia menyadari, lukanya sudah semakin parah. Karena kamu selalu menjatuhkannya ribuan kali, sekuat apapun ia berdiri. Seharusnya kau tak mengingkarinya.

Jadi, segitu saja kesabaranmu menghadapinya? Pernahkah kau berpikir seberapa besar kesabarannya untuk menerima berbagai macam ulahmu pada hatinya? Pernahkah kau hitung berapa kali kau membuatnya meneteskan air mata, menghapusnya, kemudian puluhan kali mengulanginya? Pernahkah sedikit saja kau pedulikan hatinya? 

Bisakah kau pertahankan senyumnya sedikit lebih lama, hingga ia pulih dari luka lamanya, dan bisa bangkit berdiri melanjutkan hidupnya, tanpa lagi ada luka yang tersisa?

Tak bisakah?
Kamu yang menyebabkan ia terluka, lalu sampai kapan kamu akan terus melukainya?

Lagi dan lagi

Tak bisa terbayangkan, jika kamu mengalami sakit yang pernah ia rasa. Baru segini saja, kau sudah bertingkah seenaknya.

Coba jika ada waktu, kamu renungkan. Siapa tahu masih ada sedikit maaf lagi yang tersisa di hatinya..

Semoga saja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Skenario Terindah

Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...