Jumat, 27 November 2015

Sebuah Perjalanan Hati

Semilir angin menerpa wajahku
Suara gaduh dedaunan memecah keheningan dengan syahdu

Mendamaikan..

Langkah demi langkah kucoba tapaki jejak ini
Mencari sesuatu yang membahagiakan hati
Biarlah alam ini yang menjadi saksi

Ku tengok kanan dan kiri
Tiada siapapun di sisi
Tak ada yang menemani
Namun bahagia kan ku cari sendiri
Hingga kau rela bersanding nanti

Di pinggir dermaga ini aku berdiri
Menunggu kau yang sama-sama sedang melalui perjalanan panjang ini

Ku tunggu kau disini
Hingga waktu yang kan menepati janji
Sehidup semati


Minggu, 01 November 2015

Rindu Kamu, Hujan..

Entah sudah berapa ratus hari kau tak kunjung menghampiriku, hujan

Tahukah kau, aku semakin tandus tanpa setetespun air yang turun dari langit-Mu

Aku sangat merindukanmu, hujan 

Hanya kau yang mampu membuatku tampak hidup
Bukan seperti ini, kering kerontang

Aku sangat merindukanmu, hujan 

Hadirmu yang selalu ku tunggu
Tiada yang lain

Mengapa kau menghilang terlalu lama?
Tahukah kau, aku tersiksa menunggumu tanpa batas

Aku pikir, aku akan terbiasa tanpa kehadiranmu
Tapi ternyata ada lubang besar yang menganga dihidupku
Aku membutuhkanmu

Apa kau tak merindukanku?
Apa kau tak ingin menemuiku?
Apa kau tak sanggup sekedar menyapaku?

Aku,
Tanahmu yang semakin mengering tanpa penyegaran darimu

Aku ingin mereka menghirup aroma kita
Perpaduan antara tanah berdebu dan bulir hujan
Aroma yang begitu menggiurkan dan menentramkan

Aku ingin mereka merasakan sejuknya airmu, yang mampu sejukanku juga
Aku sudah terlalu lama disinari matahari yang tanpa ampun menyengatku

Tanpa kehadiranmu, aku menjadi seperti ini
Bahkan untuk menghidupkan diriku saja, terasa sulit
Bagaimana bisa aku menyuburkan tanaman itu yang bergantung padaku?

Setiap hari,
Tidak,
Setiap saat, aku setia menunggu kehadiranmu, bahkan hanya sekejap saja
Tak mengapa bagiku, asalkan kau singgah aku sudah bahagia

Tapi penantianku seolah tak berujung
Kau tak jua kunjung datang

Hujan..
Aku sangat membutuhkanmu
Kau tahu akan hal itu
Aku tak mampu bertahan lama tanpa kehadiranmu

Kau yang mampu menyegarkanku
Tanpamu, aku tampak layu

Dunia sudah merubahmu
Akibat ulah mereka kau jadi hadir tak menentu
Mengapa mereka sejahat itu?
Padahal, siapapun tahu kita saling bertaut

Aku, tanahmu yang sampai saat ini masih menunggumu
Selalu

Sudikah kau, 
Berbaik hati menemuiku walau sesaat?

Aku, tanahmu yang selalu menantikan kepulanganmu
Aku, tanahmu yang senantiasa menjagamu disaat kau jatuh
Aku, tanahmu yang bersedia menahan sakit karenamu

Bahkan ribuan tetes air yang kau jatuhkan, sedikitpun aku tak bisa membencimu sekalipun itu mampu melukaiku bahkan menghancurkanku

Akulah tanahmu,
Tempatmu melabuhkan tetesan air yang terjatuh

Skenario Terindah

Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...