Rabu, 16 September 2015

Kita

Awalnya, kita tak pernah saling kenal
Terpikir untuk dekat pun tidak
Setelah itu, hanya sebatas tahu saja
Tak ingin lebih pastinya

Tapi waktu berkata berbeda dari yang kita duga
Kita dipertemukan pada jalan yang sama
Sarat makna untuk terus beriringan

Sesaat, kita merasa nyaman
Sehingga berani berkomitmen untuk mencobanya
Kita bersama

Hari berlalu sangat cepat
Angin pun bertiup semakin kencang
Kita sudah setengah jalan

Tapi apa yang terjadi?
Kita sama sama goyah
Tak ingin lagi berada di jalur yang sama
Kita sudah berbeda

Entah siapa yang perlahan menghancurkannya
Aku, kau, atau dia?

Semua terasa asing bagi kita
Pada akhirnya kita putuskan menyerah

Saling menoreh luka
Sama-sama terjatuh pula
Kita hancur

Tapi hanya untuk beberapa saat saja

Kemudian kepingan itu sedikit demi sedikit kita coba singkirkan
Berharap semua yang pernah terjadi akan terlupa begitu saja

Tapi kita salah
Justru kepingan itu perlahan bersatu kembali untuk melanjutkan sebuah kisah
Dalam keadaan rusak parah penuh tambalan
Dipaksakan untuk terus kembali merajut cerita

Siapa yang sebenarnya egois dan terkesan memaksa?

Di satu sisi,
Kau seolah masih erat menggenggamku dan berkata jangan pergi
Di sisi lain,
Kau memaksaku angkat kaki

Dimanakah kita berada sekarang?
Aku masih tak mengerti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Skenario Terindah

Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...