Awalnya, kita tak pernah saling kenal
Terpikir untuk dekat pun tidak
Setelah itu, hanya sebatas tahu saja
Tak ingin lebih pastinya
Tapi waktu berkata berbeda dari yang kita duga
Kita dipertemukan pada jalan yang sama
Sarat makna untuk terus beriringan
Sesaat, kita merasa nyaman
Sehingga berani berkomitmen untuk mencobanya
Kita bersama
Hari berlalu sangat cepat
Angin pun bertiup semakin kencang
Kita sudah setengah jalan
Tapi apa yang terjadi?
Kita sama sama goyah
Tak ingin lagi berada di jalur yang sama
Kita sudah berbeda
Entah siapa yang perlahan menghancurkannya
Aku, kau, atau dia?
Semua terasa asing bagi kita
Pada akhirnya kita putuskan menyerah
Saling menoreh luka
Sama-sama terjatuh pula
Kita hancur
Tapi hanya untuk beberapa saat saja
Kemudian kepingan itu sedikit demi sedikit kita coba singkirkan
Berharap semua yang pernah terjadi akan terlupa begitu saja
Tapi kita salah
Justru kepingan itu perlahan bersatu kembali untuk melanjutkan sebuah kisah
Dalam keadaan rusak parah penuh tambalan
Dipaksakan untuk terus kembali merajut cerita
Siapa yang sebenarnya egois dan terkesan memaksa?
Di satu sisi,
Kau seolah masih erat menggenggamku dan berkata jangan pergi
Di sisi lain,
Kau memaksaku angkat kaki
Dimanakah kita berada sekarang?
Aku masih tak mengerti
Rabu, 16 September 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Skenario Terindah
Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...
-
Jangankan dalam nyata Alam mimpi pun menghadirkan wajahmu bias Terbentur kehadirannya yang tanpa diminta ikut serta Berganti-...
-
Jarak jauh terpisah Dipisahkan oleh puluhan batas wilayah Kau di kota pelajar, sedang aku di kota metropolitan Komunikasi juga terb...
-
Terlalu banyak rahasia yang tersimpan di antara kita Terasa lelah untuk memendam semuanya Namun tak kuasa apabila mengetahui kebenarannya ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar