Rabu, 29 Juli 2015

Istilahnya, "saling menjaga"

Memang,
Bukan lagi menjaga dalam arti selalu bersama, selalu disisinya, selalu mendapat kabar darinya, selalu tahu dimana keberadaannya, selalu bertanya apa yang sedang dilakukannya. Bukan lagi saling menatap, saling mengikat, apalagi saling mengenggam.

Entah mengarah kemana dan maksudnya apa, kami sama-sama tidak tahu. Entah hanya sepihak yang merasakannya atau keduanya. Entah memiliki tujuan yang sama atau bersilangan.

Sekarang,
Istilahnya saling menjaga, namun bukan dalam arti kata yang sesungguhnya. Saling menjaga emosi, saling menjaga ucapan, saling menjaga perbuatan, saling menjaga perasaan, saling menjaga hati, saling menjaga komunikasi walau terjadi tidak secara langsung. Tanpa perlu menatap, tanpa perlu berharap, tanpa perlu ada hasrat. Tanpa lagi merasa saling memiliki, namun hati tetap saling terkait. Bisa menyatu dalam doa, lalu dipertemukan dalam sebuah rencana.

Tidak, kami yakin ini bukan kebetulan semata. Semuanya telah dibuat skenarionya. Memang seperti ini jalannya, maka kami tak akan mencoba untuk mengubahnya. Bukan tak mau berusaha, hanya saja ingin lebih taat dan menerima semua jalan terbaik dari-Nya.

Bila kami tak dipersatukan dalam cinta sepasang kekasih, toh kami dipersatukan dalam cinta seorang sahabat. Bila kami tak dibiarkan berjalan bersisian untuk meraih mimpi yang sama, toh kami masih bisa saling berbagi pengalaman. Percayalah, semua ini yang terbaik dari-Nya. Apa kau masih meragukannya?

Semuanya terasa lebih indah, ketika kau menyadari bahwa Dia selalu memberikan apa yang kau butuhkan, bukan yang kau inginkan. Sesungguhnya, sesuatu yang kau inginkan belum tentu baik bagi-Nya, namun apapun yang telah ia berikan sudah pasti yang terbaik bagimu walau kau merasa itu tak baik untukmu.

Semua yang telah Dia anugerahkan merupakan rahmat yang perlu kau syukuri setiap saat :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Skenario Terindah

Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...