Rabu, 23 September 2015

Diam

Banyak untaian kata yang hanya bergelantung pasrah di pita suara. Meminta untuk diucapkan, namun bibir tak mampu mengejanya. Ribuan kalimat tersusun rapi di dalam kepala, siap untuk diungkapkan. Lagi-lagi mulut hanya bisa terdiam. Gejolak di dalam dada penuh amarah perlu dilampiaskan. Tapi tubuh tak mampu berbuat apa-apa. 

Diam, diam, dan diam
Sampai kapan akan tetap terdiam?

Bersenandung lirih dalam diam
Menangis dalam diam
Memberontak dalam diam
Berceloteh dalam diam
Tertawa dalam diam
Marah  dalam diam
Sakit dalam diam

Lalu apa yang akan berubah jika hanya diam?

Hanya bisa berdoa dan berharap
Lagi-lagi dalam diam

Akhirnya, cukup air mata yang menggenang di pelupuk mata, siap untuk dijatuhkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Skenario Terindah

Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...