Kamis, 29 Mei 2014

kamu pilih yang mana? dicintai atau mencintai?

"She never smiled again since last years".

Pernyataan itulah yang dilontarkan Adin kepada Dion mengenai sahabatnya yang terus menerus mengurung diri. Menjauhkan dirinya dari kebahagiaan. Menutup cahaya di matanya dengan segala kepedihan

Bianca. Satu-satunya sahabat Adin untuk saat ini dan mungkin untuk selamanya.

Bianca. Gadis cantik yang bisa dibilang telah memiliki segalanya, namun hanya kurang beruntung dalam hal percintaan.

Bianca mudah sekali jatuh cinta, hal inilah yang sering membuatnya terluka. Namun Bian pintar menata diri sebelumnya. Setelah patah hati, 1 sampai 2 bulan kemudian dia akan bangkit kembali. Namun beda kali ini. Dalam 3 tahun terakhir, kisah cintanya sangat menyayat hati.

Bian pernah menjalin hubungan yang cukup lama dengan salah satu lelaki yang sangat mencintainya. Namun dengan alasan yang tak Bian mengerti, lelaki itu memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengannya. Padahal Bian yakin, lelaki itu sangat mencintainya. Dan butuh waktu bagi Bian untuk menghapus kenangan bersamanya.

Satu tahun kemudian, Bian bertemu lagi dengan seorang lelaki yang bisa dibilang Bian jatuh cinta lebih dulu dengannya. Dengan menjadi secret admirer, akhirnya singkat cerita lelaki itu bisa bersamanya. Namun Bian merasa bahwa lelaki itu tidak sungguh-sungguh mencintainya. Perlakuannya sangat berbeda dengan lelaki yang pernah mencintainya dulu. Sejak saat itu Bian menanamkan dalam benaknya, bahwa dicintai lebih baik daripada mencintai.

Setengah terluka Bian bertahan, berharap lelaki itu bisa menjadi apa yang dia harapkan sebagai kekasihnya, namun lama-kelamaan Bian gerah. Akhirnya Bian memutuskan untuk mengakhiri hubungannya.

Bian merasa sangat kecewa kepada dirinya, mengapa ia bisa mudah jatuh cinta kepada seseorang dan tidak memikirkan konsekuensinya jika ia mencintai, maka cepat atau lambat dia akan merasa tersakiti.

Berulang kali Bian melakukan kesalahan itu, namun ia tak pernah jera untuk mencintai lagi.

Tiba saatnya Bian bertemu dengan Ziano.

Bian dan Zian bisa dibilang sama-sama jatuh cinta pada pandangan pertama. Hubungan mereka berjalan dengan baik. Bian telah merasa menemukan seseorang yang tepat untuk dirinya. Begitupun Zian. Zian sangat mencintai Bian. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menjalin hubungan ke arah yang lebih serius.

Semenjak itu Bian berbeda. Bian menjadi lebih bahagia, hari-harinya dipenuhi tawa canda, mimpi-mimpi untuk bahagia bersama Zian semakin indah dibangun di benak Bian. Zian selalu menghujani Bian dengan kata cinta, dengan segala ketulusan kasih sayangnya, dengan segala kesungguhan hatinya, Zian akan melakukan apapun demi kebahagiaan Bian. Perhatian yang diberikan Zian telah mencuri hati Bian seutuhnya, sehingga sulit bagi Bian untuk berpaling dari Zian. Zian adalah sesosok pria tampan dan memiliki sikap yang merupakan sosok pria idaman wanita. Bian sangat beruntung meimiliki Zian. Begitupun Zian, memiliki gadis cantik dan pintar yang begitu menyayanginya.

Namun beberapa bulan kemudian Zian berbeda. Ia berubah. Dan Bian tidak tahu apa sebabnya. Lalu Zian menghilang. Menghilang entah kemana. Bian sudah mencarinya kemana-mana, menghubungi siapapun yang mengenal Zian, namun jawaban mereka sama. Mereka tidak mengetahui keberadaan Zian. Ziano bagai hilang ditelan bumi. Namun Zian tidak pernah hilang dari hati Bian. Bian nyaris gila melalui hari-harinya tanpa Zian. Adin selalu berusaha mengembalikan senyuman Bianca kembali, namun Adin tak pernah berhasil.

Bian berbeda. Bian menutup dirinya. Kehilangan Zian benar-benar membuat Bian terpuruk. Bian hanya bisa mengingat hari bahagianya bersama Zian. Saat itu dia bisa tersenyum. Namun pada saat kepedihan itu terasa lagi, dia bisa menangis dalam senyumannya, kemudian kepedihan langsung menyelimuti binar matanya yang dulu cerah. Bian mengurung dirinya dalam 2 minggu terakhir, dia merasa tidak ada lagi gunanya melakukan sesuatu, apalagi mencintai. Mengingat betapa seringnya ia di khianati seorang pria. Sebenarnya Bian ingin bangkit, namun hatinya serasa mati. Ia ingin menumpahkan kepedihannya, namun lidahnya terasa kelu. Dia ingin menulis, namun tangannya terasa kaku. Padahal di dalam kepala mungilnya telah tergantung ribuan kata-kata yang siap dituliskan. Namun Bian merasa terlalu lelah, hingga ia mengabaikan kata-kata yang mungkin akan sedikit meringankan beban dihatinya.

Akhirnya muncul Dion, rekan kerja Adin yang sudah lama memendam perasaan kepada Bian sejak Bian berpacaran pada masa sekolahnya dulu. Iya, Dion. Dion adalah pemerhati Bianca. Secret admirer. Dan dia mampu memendam perasaannya hingga saat ini, belasan tahun lamanya, hingga ia yakin inilah saatnya untuk mengakhiri cinta terpendamnya kepada Bian.

Sejak Dion muncul untuk membangkitkan kembali Bianca yang dulu, Bian mulai tersentuh dan menyerah pada kata "mencintai". Dia memutuskan kembali untuk dicintai seseorang daripada ia harus bersusah payah mencintai seseorang. Toh kebahagiaan itu akan muncul dengan sendirinya dengan sikap-sikap kecil yang dilakukan untuk oleh orang yang bisa mencintainya. Akhirnya perlahan Bian mulai membuka diri untuk Dion. Bian merasa mungkin Dion adalah pelabuhan terakhirnya, karena dengan setia Dion menunggu Bian selama belasan tahun dan memendam rasa sakit ketika melihat Bian bahagia dengan lelaki yang dicintainya dahulu dan Dion ikut terluka saat Bian dicampakkan begitu saja oleh lelaki yang setengah mati dicintai Bian.

Bianca telah kembali.

Ia mampu menjalani harinya seperti sedia kala.

Hingga pada akhirnya Zian datang kembali ke kehidupan Bian 2 tahun berikutnya, setelah Dion mampu merenggut hati Bian dari Ziano.

Bian pun tak memungkiri perasaan untuk Zian masih ia simpan jauh didalam lubuk hatinya yang telah lama ia kubur. Namun Bian tak akan membiarkan Zian merenggut perasaannya kembali. Karena Bian telah memilih untuk terus dicintai. Bukan selalu menicntai secara sepihak.


Skenario Terindah

Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...