Kamis, 29 Oktober 2015

Untuk Dikenang

Kehidupan itu selalu dipenuhi kenangan dan angan

Seperti yang terjadi pada hari ini,

Aku dipaksa untuk kembali menyusuri jalan yang sama sekali tak pernah lagi ku lalui, semenjak 4 tahun silam

Pantas saja, ketika hari ini menginjakkan kaki di tempat itu, aku merasa tak asing

Perlahan aku telusuri, mencoba mengingat kapan aku pernah menghampiri jalan ini

Ternyata, jalan ini adalah salah satu tempat yang pernah aku kunjungi bersamamu

Aku baru mengingatnya

Di ujung jalan sana,
Ada sebuah kedai bakwan malang sederhana yang pernah kita kunjungi tanpa sengaja

Sampai saat ini, kedai itu tak banyak berubah
Masih sama seperti 4 tahun silam

Kenangan itu juga masih terjaga
Buktinya, aku masih ingat setiap detail kejadiannya

Hanya saja angan yang sudah berubah

Aku hanya bisa mengulum senyum jika tiba-tiba mengingatnya
Merasakan keluguan sebuah angan, berupa janji yang tak tercipta
Namun selalu manis untuk dikenang

4 tahun silam,
Aku berada di tempat itu karenamu

Hari ini,
Tanpamu aku mengingat kisah itu

Minggu, 25 Oktober 2015

Pertemuan Berharga

Rindu yang sudah menumpuk ini, akhirnya dilabuhkan juga 

Hampir 4 tahun sudah, semenjak perpisahan hari itu

Aku sudah lupa tepatnya kapan
Yang pasti disaat ia memutuskan untuk melanjutkan studi jauh ke negeri orang
Aku sudah tak pernah lagi bertemu dengannya

Tangis dan haru menjadi satu pada hari perpisahan itu
Aku masih ingat wajah sendunya dan mata sembabnya saat ia berpamitan kepada kami

Semuanya serba tiba-tiba

Ia sengaja merahasiakan kepergiannya hanya takut membuat kami bersedih

Benar saja dugaannya 

Kami saling berpelukan untuk melepas tangis karena sebuah perpisahan

Mengapa kami harus dipisahkan terlalu cepat? 

Bagaimana tidak,
Tiga tahun bersamanya, menimba ilmu dengannya, mendengar lantunan indah yang terucap dari bibirnya, menerima nasihat shalihahnya, paras cantiknya, termotivasi darinya

Tapi pada hari itu kami harus kehilangannya, memang sementara
Hanya saja ruang dan jarak kami yang terlalu jauh rasanya
Ia akan pergi ke Turki

Setelah hari itu,
Kami hanya sesekali bertukar kabar melalui dunia maya
Hanya untuk mengurangi kerinduan
Walaupun tak banyak berkurang

Aku jadi teringat pertemuan pertama kami di Masjid Asy-Syifa

Hari itu adalah penentuan dan penetapan kakak mentor untuk siswa/i baru
Pandangan pertamaku saja, aku sudah dibuat jatuh hati olehnya
Siapapun yang memandangnya, pasti akan merasakan hal yang sama

Keanggunannya, tutur katanya, kecantikannya, suara merdunya saat melantunkan ayat suci Al-quran
Ah.. Aku sangat mengaguminya
Jelas dalam hati aku meng-amin-kan ia menjadi kakak mentor kami selama tiga tahun ke depan

Alhamdulillah harapku terkabul,
Ia terpilih menjadi mentor kami

Rasa bahagia dan segan meliputi kami
Saat harus berhadapan dengan seorang mentor yang menjadi idaman semua siswi di sekolah itu

Jangankan siswi, aku yakin semua ikhwan juga mengidolakannya

Ah betapa beruntungnya kami,
Didampingi oleh seorang mentor yang tepat dan luar biasa memiliki cantik paras dan hati
Jalan takdir mempertemukan kami untuk saling mengajarkan dan berbagi

Hampir 3 tahun berada di sekolah itu, telah banyak merubah cara berpikirku tentang Islam
Ilmuku semakin bertambah dan luas serta haus rasa ingin tahu yang begitu besar
Apalagi jika setiap hari sabtu saat mentoring dengannya
Dalam seminggu, aku sangat menantikan hari itu

Apapun kami bahas, apapun yang meragukan, aku pertanyakan 
Ia berperan sebagai guru sekaligus kakak yang setia merangkul kami

Dengan sabar ia menjelaskan
Tanpa lelah ia memotivasi
Hingga ia mampu sedikit demi sedikit membimbing kami untuk berhijrah

Saat kami melakukan kesalahan.. 

Ketika ia tahu aku memiliki seorang 'pacar'
Bukannya menegur, ia malah semakin antusias membimbingku untuk berhijrah
Dengan cara yang begitu halus tentunya
Hingga gamang aku dibuatnya

Ingin mengikuti jejaknya,
Tapi aku sulit untuk melepaskan seseorang yang saat itu berstatus sebagai kekasihku

Lagi-lagi ia hanya tersenyum, tanpa sedikitpun tampak amarah kekecewaan di wajahnya
Hanya saja sorot matanya mengatakan "Silahkan kau habiskan waktumu dengan seseorang yang belum tentu menjadi jodohmu"

Ia tak banyak ikut campur dalam pilihan hidupku
Namun ia mampu meluluhkan hati siapapun dengan caranya yang anggun untuk merubah sesuatu

Hijrah sikap, cinta, dan hati 

Tanpa ada paksaan apalagi dengan misi licik yang terkesan mengusik

Karena lebih ampuh tuk lembutkan hati bukan menjadi keraskan hati

Baginya harus dilakukan bertahap dan terintegerasi
Perlahan tapi pasti

Pujiannya selalu membuat hati siapapun terenyuh mendengarnya
Ia tak pernah sekalipun marah
Ia selalu menyembunyikan amarahnya dibalik senyumnya
Ia tak pernah menitikkan air mata ketika kecewa
Ia selalu menyembunyikan tangisannya dibalik kacamata tebalnya

Tanpa bosan ia menasihati dan mengoreksi kesalahan kami dengan tutur kata yang halus tapi menyentuh

Kami mampu membuat iri para siswi lainnya
Terbukti dengan begitu banyak yang ingin bergabung pada kelompok kami
Tapi semua hanya angan belaka
Mereka tidak ditakdirkan untuk bersama

Kemarin, 24 Oktober 2015 adalah hari pernikahannya


Di usia yang tergolong cukup muda, 22 tahun tepatnya
Ia mampu membuat siapapun mengelus dada karena iri

Keistiqomahan dan keteguhan prinsipnya untuk memperbaiki serta menjaga diri, mampu membimbingnya menjadi salah satu wanita shalihah yang beruntung di dunia dan membuat ratusan mata memandang mengaguminya

Dari jauh aku melihatnya berdiri di singgasana pelaminan bak bidadari surga
Tak sabar ingin berlari memeluknya
Melepas jutaan rindu yang sudah terpendam cukup lama

Aura kebahagiaan terpancar jelas di wajahnya
Betapa beruntungnya lelaki yang ada disampingnya

Tiga tahun tak mendengar kabar darinya, kemarin aku hadir pada acara pernikahannya sebagai salah satu undangan yang dinantikan kehadirannya

Haru bercampur bahagia
Jodoh tiada bisa yang menduga

Jumat, 23 Oktober 2015

Hanya Sekedar Mengingatkan

Entah sudah ke berapa kalinya dikecewakan oleh seorang yang bisa dibilang menjadi panutan bagi orang-orang di sekitarnya.

Dulu juga kami pernah beranggapan seperti itu, mengagungkan dan menghormati mereka, tapi sekarang rasanya sudah tak mudah.

Mengapa tidak..

Mereka yang memiliki penampilan lebih baik dan mengerti ilmu yang mungkin sedikit lebih banyak daripada orang awam disekitarnya, mengingkari itu.

Mengingatkan, menasehati, dan berlagak seperti orang yang paling benar. Tetapi pada akhirnya, mereka sama saja. Tak jauh berbeda dengan orang-orang seperti kami. Orang awam yang masih berproses menuju ke arah kebaikan.

Mereka melarang, tapi mereka juga melakukan untuk beberapa hal yang sebenarnya dianggap janggal. Katanya.

Menjauhi larangan-Nya dan melaksanakan perintah-Nya.

Justru dengan melihat mereka seperti seorang yang "munafik", itulah yang janggal bagi kami.

Katanya, katanya, katanya.

Nyatanya, nyatanya, nyatanya?

Tak bermaksud menghujat. Hanya saja tak tahu bagaimana cara mengoreksinya. Hanya ingin sekedar menyadarkan. 

Sesuaikanlah penampilan dan tutur katamu dengan sikapmu, terlebih dengan seorang yang 'katamu' tak halal bagimu. Agar tak merusak citra, nama baik, dan agamu, sobat. 

Tolong,

Tunjukkan pada kami, jika kau pantas menjadi panutan disekeliling kami. Tunjukkan pada kami, jika kami tak keliru mengidolakanmu. Tunjukkan pada kami, menjadi sepertimu adalah sesuatu yang mulia. 

Akibat ketidaksesuaian perkataan dan perbuatanmu, telah melunturkan kesan pertama yang kau ciptakan untuk kami. Kebaikan yang 'katanya' sudah melekat pada dirimu, perlahan terkikis akibat pengingkaran itu. Sehingga menciptakan anggapan negatif yang perlahan tertanam di benak kami.

Dirimu terkesan tak jauh berbeda dari kami, hanya saja berpenampilan sedikit berbeda. 

Hanya Soal Waktu

Bukan lagi soal wajah yang memikat
Bukan lagi soal tutur kata yang memuja
Bukan lagi soal sikap yang manis luar biasa

Sederhana,

Sekarang hanya masalah waktu
Waktu untuk penyembuhan luka
Tak tahu berlangsung sementara atau dalam jangka waktu lama

Pada awalnya, memang sudah menyembukan luka
Walau semua berjalan agak lambat
Tapi ternyata, bukan kesembuhan yang didapat
Luka malah semakin dibuat meradang

Datang tak terduga,
Pergi selalu tiba-tiba

Jika terlalu banyak pengingkaran
Mengapa harus muncul sebuah harapan?
Jika terlalu banyak kedustaan
Mengapa harus muncul sebuah kepercayaan?

Selasa, 20 Oktober 2015

Topeng

Semua dilapisi seribu topeng
Hanya untuk menyelamatkan diri

Semua dilapisi seribu topeng
Hanya untuk menipu diri

Semua dilapisi seribu topeng
Hanya untuk membuat keliru

Semua dilapisi seribu topeng
Hanya untuk terlihat syahdu

Sebuah misi yang berkedok kebaikan
Dengan embel-embel hanya meluruskan
Tapi perlahan justru menghancurkan

Tak pernah berpikir kan bagaimana dampak seorang yang menerima misi itu?
Ada yang beranggapan postif pun sebaliknya
Pernah di pedulikan?

Yang mereka tahu jika misinya berhasil
Mereka akan tertawa bangga bak seorang pahlawan kesiangan

Tak selamanya yang dilakukan selalu benar
Manusia tak pernah luput dari kesalahan

Hidup itu selalu disertai dengan dua pilihan
Memang tidak sulit
Tapi berarti

Zaman sekarang, dunia seolah dipenuhi orang-orang yang memiliki seribu topeng. Hina rasanya. Tapi itulah kenyataannya.

Tertawa bersama iya. Saling menjatuhkan paling semangat. Janji setia iya. Saling menghujat juga tak terelakkan. Pengkhianatan menyerang dari berbagai arah.

Semuanya palsu.
Sulit membedakan mana yang polos, mana yang punya seribu akal bulus.

Semuanya palsu.
Sulit membedakan mana senyum yang tulus, mana yang tersenyum kaku.

Memang, roda kehidupan selalu berputar. Tapi haruskah saling menjatuhkan? Cara licik, sifat munafik dan egoisme yang tinggi perlahan mulai menghancurkan dinding itu. Lambat laun semua akan berubah menjadi tebing yang semakin hari semakin meruncing.

Cukup tau saja, siapa kalian sebenarnya. Walau hanya bisa tersenyum menghadapinya, mengamati dalam diam, lalu tertawa dalam hati sepuasnya.

Miris sebenarnya, tapi disikapi saja sewajarnya. Karena sadar kita telah beranjak dewasa. Bukan lagi saatnya menghabiskan waktu untuk masalah kekanak-kanakan yang disikapi dengan cara meledak-ledak.

Aku turut prihatin padamu..

Sabtu, 17 Oktober 2015

Tentang Perasaan

Melewati fase dimana perasaan sedang diabaikan
Perasaan sendiri saja dikucilkan, tak dipedulikan
Bagaimana dengan perasaan orang lain?
Sudah pasti diacuhkan

Hampa?
Sudah pasti

Tapi kaki menjadi lebih ringan untuk melangkah
Hati terasa kosong tanpa beban
Tanpa harus memikirkan perasaan orang lain, tanpa harus memikirkan perasaan sendiri

Mati rasa?
Iya

Itulah masalah utamanya
Cinta sudah hambar rasanya
Dingin tak tersentuh
Tak ingin disentuh
Apalagi menyentuh

Alasannya,
Kecewa !

Perasaan yang menggebu sudah sirna
Malas berkutat dengan perasaan yang pasti berujung dengan kepatah hatian

Lebih baik tak lagi pakai hati
Tak perlu pakai perasaan

Semua sudah mati rasanya
Untuk saat ini dan mungkin beberapa waktu ke depan

Sementara saja,

Tak lama sebenarnya
Cuma waktu saja yang berjalan agak lambat
Jadi terasa lebih lama prosesnya

Semua karena hari itu
Semua takkan lagi sama
Semua telah berubah seketika

Merubah perasaan dan cara berpikirku

Tentang seseorang yang terlalu mudah mengucap kata cinta
Tentang seseorang yang terlalu mudah mengabaikan cinta

Sekarang,
Hanya soal menunggu seseorang yang mampu mencairkan dan kembali menghidupkan perasaan
Bukan yang hanya berani bermain-main dengan perasaan

Rabu, 07 Oktober 2015

Aroma Parfummu

Dalam mata terpejam, aku mengenal aroma ini
Bau parfum ini

Aku mencoba mengingat-ingat
Sepertinya sangat tak asing bagiku

Butuh waktu beberapa menit untuk mengingat siapa pemilik aroma ini

Ternyata,
Seperti parfum yang sering kau gunakan dulu

Sudah hampir 5 tahun aku tak pernah mencium aroma seperti ini
Tak satupun orang yang kutemui memiliki aroma yang khas seperti kamu

Selama ini cuma kamu

Aroma yang identik dengan kamu
Aroma yang tak seperti biasanya
Aroma kamu berbeda

Aku jadi ingat, dulu aku sengaja untuk meminjam jaketmu
Dengan alasan cuaca begitu dingin
Padahal aku hanya ingin mencium aroma yang menempel di jaketmu

Aroma itu sulit aku deskripsikan
Yang pasti aromanya selalu membuatku rindu
Karena tak ada selain kamu

Tapi hari ini, saat aku berada dalam salah satu gerbong commuter line
Aroma itu berterbangan menghampiri indera penciumanku

Akhirnya aku menemukan juga aroma ini
Selain kamu

Sedikit mengobati kerinduanku
Sedikit mengingat bagaimana aroma yang sangat aku rindukan

Tapi,
Siapa pemilik aroma ini
Selain kamu?

5-10-15

Senin, 05 Oktober 2015

Untaian kata dari seseorang.. (10)

Katanya,

Yang ku tahu, aku begitu menyayangimu
Meski aku memang bukan yang pertama untukmu,
Tapi izinkanlah aku menjadi yang terakhir dalam hatimu

Aku pun sudah melupakan luka yang pernah kau torehkan padaku
Karena yang aku tahu, kau selalu menemaniku dalam setiap langkah yang sepi dalam hidupku ini

Aku menyayangimu setulus hatiku
Walaupun tak seindah permata maupun emas
Aku tetap tulus

Aku berharap kau menjadi cinta terakhirku

Kau harus tahu, bahwa cinta yang telah ku berikan bukanlah permainan belaka
Tak sembarang orang bisa mendapatkannya
Karena aku selalu memilih seorang yang pantas ku cintai sampai nanti

Aku tak mau jika kau selalu terpuruk dengan bayangan masa lalumu
Karena aku telah hadir tuk temani dirimu

Hingga kau bosan.

Jika kau telah temukan pria yang mampu membahagiakanmu lebih dariku
Aku sudah siap dengan hal itu

Aku hanya ingin melihatmu bahagia, meski aku bukanlah orang yang membahagiakanmu saat itu

Untaian kata dari seseorang.. (9)

Katanya,

Disaat ku mulai merasa putus asa
Kau mampu membuatku bangkit kembali

Ya
Kau adalah cahaya cinta yang selama ini aku nantikan dan kurindukan

Semoga kau mengerti,
Bahwa di hatiku telah terukir abadi namamu

Seandainya saja,
Kau telah temukan orang lain yang jauh lebih baik dariku
Maka kejarlah orang itu dan jangan sekali-sekali melihat ke belakang

Aku hanya bisa berharap
Kau bahagia bersamanya
Namun izinkanlah aku tuk tetap menjadi sahabatmu

"Thanks because you always make my heart feeling in love with you. I love you" He said.

Untaian kata dari seseorang.. (8)

Katanya,

Besarnya rasa yang kumiliki
Membuatku sabar dan mengerti dirimu yang mungkin tak mudah untuk menjalin suatu hubungan

Aku akan menunggu sampai kau siap untuk menjalani suatu hubungan yang serius

Meski tahunan,
Akan kulewati demi masa itu
Aku akan tetap setia bersamamu sampai kapanpun itu

Aku tak ingin kehilanganmu

Kamu adalah anugerah terindah untukku
Kamu adalah cahaya penolongku yang datang disaat aku tersesat di suatu tempat yang teramat gelap demi mencari secercah cahaya cinta

Tanpa pernah ku duga,
Kau datang dengan sendirinya dan menghampiriku
Kau mengulurkan tanganmu dan menolongku untuk menjauhi tempat itu

Untaian kata dari seseorang.. (7)

Katanya,

Andai saja kau tahu
Seberapa besarnya cinta yang ku miliki untukmu

Andai saja kau cinta pertamaku yang merangkap menjadi cinta terakhirku
Maka izinkanlah aku untuk selalu ada dalam hidupmu

Meskipun aku tak lagi menjadi kekasih hatimu lagi suatu saat nanti,
Aku tak ingin hubungan kita benar-benar hancur

Aku ingin menjadi seorang sahabat untukmu
Sahabat sejati yang selama ini kau cari
Aku bisa menjadi tempat kau mencurahkan segala isi hatimu

Aku hanya ingin kita tak menjauh
Kamu akan tetap menjadi bagian dari hidupku

Untaian kata dari seseorang.. (6)

Katanya,

Ingin ku tahu,
Apa yang sebenarnya kau harapakan dariku
Namun keterbatasanku menghalangi hal itu

Aku tak sesempurna seperti yang kau impikan
Aku bukan seorang komponis berbakat yang bisa membuat lagu cinta untukmu

Aku hanya bisa bermimpi,
Bermimpi tentang kebahagiaan kita kelak
Tapi aku tak dapat berbuat banyak untuk menyenangkan hatimu

Aku mungkin bukanlah cinta sejati yang selama ini kau nantikan
Namun bagiku kau telah menjadi bagian dari hidupku
Rasanya aku tak sanggup jika kau harus pergi
Menghilang dari pandanganku saat ini

Aku sedih,
Jika kita harus bertengkar menghadapi masalah yang rumit
Tapi aku yakin semua itu pasti ada jalan keluarnya

Aku begitu mencintaimu
Menyayangimu apa adanya
Sungguh, aku berharap maaf darimu

Untaian kata dari seseorang.. (5)

Katanya,

Janji yang pernah terucap di bibirku
Akan kuwujudkan untuk kau yang telah memberikan kebahagiaan tersendiri di hidupku

Meskipun kita sama-sama tak tahu siapa jodoh kita di kemudian hari
Aku selalu berharap orang itu adalah kamu

Jikapun kita tak berjodoh, aku masih berharap kasih sayang yang kita jalani selama ini, kan menjadi kenangan terindah untuk kita

Aku pun menyadari,
Aku tak bisa sempurna seperti yang kau harapkan
Namun perasaanku jauh melebihi perasaanmu

Kamu tahu?
Hari ini kau mampu membuatku kasmaran

Sabtu, 03 Oktober 2015

Untaian kata dari seseorang.. (4)

Katanya,

Apa kamu tahu?
Kau membuatku jatuh cinta pada hari ini, malam ini, detik ini.
Aku akan selalu memberikanmu tempat di sisi hatiku.

Aku suka disaat kamu tertawa,
Aku suka disaat kamu terlihat senang dan bahagia.

Aku tak suka jika kamu bersedih.
Apalagi karena kesalahanku.

Aku terlahir tidaklah sempurna,
Namun dengan adanya dirimu di sisiku pada saat ini, seakan ketidaksempurnaan itu telah tertutup rapat-rapat

Kamu pun tahu,
Bahwa cinta yang ku berikan tidaklah sempurna seperti yang kau harapkan

Tetapi,
Percayalah bahwa aku begitu mencintaimu meski perbedaan diantara kita berdua sangat beragam.

Tapi tenanglah,
Aku menganggap hal itu bagaikan perbedaan matahari dan bulan.
Yang satu berada di puncak siang
Yang satu berada di puncak malam

Untaian kata dari seseorang.. (3)

Katanya,

Aku ingin kau selalu ada disini
Tapi tak dapat ku paksa
Karena kau adalah malaikat bebasku

Jika suatu saat takdirku tak bersamamu
Aku akan tetap selalu membahagiakanmu dengan cara apapun itu

Meski raga ini terlalu banyak kekurangan yang mungkin tak dapat kau terima
Tapi hati ini selalu memiliki kelebihan untuk sebuah cinta dan kasih sayang

Kau membuatku mengerti cinta

Dibawah sinar rembulan yang hampir redup ini,
Kau memberikan cahaya dan kehangatan hatimu yang tak dapat ku balas

Aku hanya bisa membalasnya dengan kesetiaan dan kesabaranku
Karena hati dan ragaku telah kau miliki seutuhnya

Aku berharap,
Dibawah langit yang basah ini
Kau kan selalu ada untukku dalam suka maupun duka

Untaian kata dari seseorang.. (2)

Katanya,

Cinta sejati bukan datang dari pikiran, tapi dari hati.
Jika hati telah memilih, maka cinta telah datang kepadamu.
Walau penuh duka dan amarah, cinta sejati tetap kan abadi untuk selamanya.

Selama kamu masih menyayangi dan mencintaiku, aku kan memberikan lebih dari yang kau bayangkan.

Bayangan tentang masa lalu pun sirna karena hadirnya dirimu dalam hatiku.
Entah sampai kapan kau kan selalu berada disampingnku.

Satu hal yang ku tahu,
Kau akan selalu dihatiku, meski kita telah terpisahkan.
Kau pun harus mengerti, bahwa kau kan tetap menjadi kenangan yang terindah di hidupku.

Untaian kata dari seseorang.. (1)

Katanya,

Cinta itu tak harus bertemu setiap waktu
Cukup dengan rasa saling percaya dan rasa saling memiliki
Cinta itu harus bersabar jika menginginkan hasil yang terbaik
Cinta itu adalah bagaimana cara kita untuk selalu ada disaat orang yang kita cintai membutuhkannya
Cinta itu harus siap dengan segala risiko yang nantinya akan hadir dalam kisahnya

Cara Menghilangkan Stress

1. Jangan selalu tergantung pada orang lain.
2. Jangan berburuk sangka bahwa orang lain akan menghina atau membicarakan anda.
3. Jangan selalu mengingat kesalahan masa lalu. Perasaan bersalah dan penyesalan yang dalam dapat mempersulit karena menguras pikiran dan tenaga.
4. Jangan menyimpan kemarahan dan frustasi. Utarakan dan bicarakan dengan orang lain yang bertanggung jawab atas terjadinya hal itu.
5. Jangan menyimpan rasa dengki dan cemburu. Rasa dengki memakan energi.
6. Jangan membiasakan sikap terburu-buru. Tindakan tersebut menjurus pada Kesalahan-Penyesalan-Stress.

Mungkinkah?

Apa Tuhan menciptakan kita satu?
Sebab bersama kita rasakan bahagia
Berpisah adalah siksa

Apa kita diciptakan-Nya sepasang?
Sebab bersamamu ada indah harmoni
Sendiri, aku piano kehilangan bunyi

Kembali

Kembali ke kota ini, membuatku lemah
Semua kenangan yang satu persatu kucoba lupakan
Sontak menyerangku dari segala arah

Orang-orang yang tak ingin kutemui
Tempat yang tak ingin ku kunjungi
Kini ada dihadapanku

Tak kupungkiri
Ada satu sisi hati yang masih merindukan saat-saat itu
Meski pahit

Skenario Terindah

Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...