Sabtu, 06 Agustus 2016

Perlahan ku langkahkan kaki menuju satu pintu yang sebenarnya tak istimewa. Tapi mungkin isinya bisa berdampak luar biasa. Ku siapkan hati dengan sejuta cemas yang menggelora. Sampai tiba ujung sepatuku di depan muka ruang yang mengharuskanku masuk kedalamnya. 

Ketika tubuh ini seluruhnya sudah berada di ruangan itu, waktu terasa berhenti berputar. Semua seolah membeku begitu saja. Aku pun harus kembali menguatkan hati dan menikmati segala arus yang membuaiku dari berbagai arah. Begitu menjanjikan rupanya. Hingga membuatku lupa, masa depan sebenarnya ditentukan setelah ku langkahkan kembali kakiku menjauh dari ruang yang cukup mengukir banyak kenangan.

(segelintir kisah mahasiswi tingkat akhir saat pertama kali menemui dosen pembimbing)
Tak berbeda jauh dari apa yang ku khayalkan
Imajinasi liarku seolah menjadi nyata
Meski tak langsung kau tunjukkan
Tapi yang kau tulis sudah cukup mewakilkan

Hanya aku dan Tuhan yang paham
Semoga kau berkenan
Beberapa harapku kini tak hanya sekedar angan
Apakah lagi-lagi hanya sebuah kebetulan?
Aku rasa tidak

Aku sudah banyak belajar
Bahwa sebenarnya tak ada yang namanya kebetulan
Semua sudah dirancang sedemikian rupa
Lagi-lagi aku hanya bisa tercengang
Pada sebuah takdir yang telah digoreskan

Skenario Terindah

Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...