Selasa, 20 Oktober 2015

Topeng

Semua dilapisi seribu topeng
Hanya untuk menyelamatkan diri

Semua dilapisi seribu topeng
Hanya untuk menipu diri

Semua dilapisi seribu topeng
Hanya untuk membuat keliru

Semua dilapisi seribu topeng
Hanya untuk terlihat syahdu

Sebuah misi yang berkedok kebaikan
Dengan embel-embel hanya meluruskan
Tapi perlahan justru menghancurkan

Tak pernah berpikir kan bagaimana dampak seorang yang menerima misi itu?
Ada yang beranggapan postif pun sebaliknya
Pernah di pedulikan?

Yang mereka tahu jika misinya berhasil
Mereka akan tertawa bangga bak seorang pahlawan kesiangan

Tak selamanya yang dilakukan selalu benar
Manusia tak pernah luput dari kesalahan

Hidup itu selalu disertai dengan dua pilihan
Memang tidak sulit
Tapi berarti

Zaman sekarang, dunia seolah dipenuhi orang-orang yang memiliki seribu topeng. Hina rasanya. Tapi itulah kenyataannya.

Tertawa bersama iya. Saling menjatuhkan paling semangat. Janji setia iya. Saling menghujat juga tak terelakkan. Pengkhianatan menyerang dari berbagai arah.

Semuanya palsu.
Sulit membedakan mana yang polos, mana yang punya seribu akal bulus.

Semuanya palsu.
Sulit membedakan mana senyum yang tulus, mana yang tersenyum kaku.

Memang, roda kehidupan selalu berputar. Tapi haruskah saling menjatuhkan? Cara licik, sifat munafik dan egoisme yang tinggi perlahan mulai menghancurkan dinding itu. Lambat laun semua akan berubah menjadi tebing yang semakin hari semakin meruncing.

Cukup tau saja, siapa kalian sebenarnya. Walau hanya bisa tersenyum menghadapinya, mengamati dalam diam, lalu tertawa dalam hati sepuasnya.

Miris sebenarnya, tapi disikapi saja sewajarnya. Karena sadar kita telah beranjak dewasa. Bukan lagi saatnya menghabiskan waktu untuk masalah kekanak-kanakan yang disikapi dengan cara meledak-ledak.

Aku turut prihatin padamu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Skenario Terindah

Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...