Melewati fase dimana perasaan sedang diabaikan
Perasaan sendiri saja dikucilkan, tak dipedulikan
Bagaimana dengan perasaan orang lain?
Sudah pasti diacuhkan
Hampa?
Sudah pasti
Tapi kaki menjadi lebih ringan untuk melangkah
Hati terasa kosong tanpa beban
Tanpa harus memikirkan perasaan orang lain, tanpa harus memikirkan perasaan sendiri
Mati rasa?
Iya
Itulah masalah utamanya
Cinta sudah hambar rasanya
Dingin tak tersentuh
Tak ingin disentuh
Apalagi menyentuh
Alasannya,
Kecewa !
Perasaan yang menggebu sudah sirna
Malas berkutat dengan perasaan yang pasti berujung dengan kepatah hatian
Lebih baik tak lagi pakai hati
Tak perlu pakai perasaan
Semua sudah mati rasanya
Untuk saat ini dan mungkin beberapa waktu ke depan
Sementara saja,
Tak lama sebenarnya
Cuma waktu saja yang berjalan agak lambat
Jadi terasa lebih lama prosesnya
Semua karena hari itu
Semua takkan lagi sama
Semua telah berubah seketika
Merubah perasaan dan cara berpikirku
Tentang seseorang yang terlalu mudah mengucap kata cinta
Tentang seseorang yang terlalu mudah mengabaikan cinta
Sekarang,
Hanya soal menunggu seseorang yang mampu mencairkan dan kembali menghidupkan perasaan
Bukan yang hanya berani bermain-main dengan perasaan
Sabtu, 17 Oktober 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Skenario Terindah
Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...
-
Jangankan dalam nyata Alam mimpi pun menghadirkan wajahmu bias Terbentur kehadirannya yang tanpa diminta ikut serta Berganti-...
-
Jarak jauh terpisah Dipisahkan oleh puluhan batas wilayah Kau di kota pelajar, sedang aku di kota metropolitan Komunikasi juga terb...
-
Terlalu banyak rahasia yang tersimpan di antara kita Terasa lelah untuk memendam semuanya Namun tak kuasa apabila mengetahui kebenarannya ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar