Sabtu, 17 Oktober 2015

Tentang Perasaan

Melewati fase dimana perasaan sedang diabaikan
Perasaan sendiri saja dikucilkan, tak dipedulikan
Bagaimana dengan perasaan orang lain?
Sudah pasti diacuhkan

Hampa?
Sudah pasti

Tapi kaki menjadi lebih ringan untuk melangkah
Hati terasa kosong tanpa beban
Tanpa harus memikirkan perasaan orang lain, tanpa harus memikirkan perasaan sendiri

Mati rasa?
Iya

Itulah masalah utamanya
Cinta sudah hambar rasanya
Dingin tak tersentuh
Tak ingin disentuh
Apalagi menyentuh

Alasannya,
Kecewa !

Perasaan yang menggebu sudah sirna
Malas berkutat dengan perasaan yang pasti berujung dengan kepatah hatian

Lebih baik tak lagi pakai hati
Tak perlu pakai perasaan

Semua sudah mati rasanya
Untuk saat ini dan mungkin beberapa waktu ke depan

Sementara saja,

Tak lama sebenarnya
Cuma waktu saja yang berjalan agak lambat
Jadi terasa lebih lama prosesnya

Semua karena hari itu
Semua takkan lagi sama
Semua telah berubah seketika

Merubah perasaan dan cara berpikirku

Tentang seseorang yang terlalu mudah mengucap kata cinta
Tentang seseorang yang terlalu mudah mengabaikan cinta

Sekarang,
Hanya soal menunggu seseorang yang mampu mencairkan dan kembali menghidupkan perasaan
Bukan yang hanya berani bermain-main dengan perasaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Skenario Terindah

Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...