Pertama kalinya, merasakan perasaan yang tidak seharusnya menjadi begitu menyiksa. Dari awal, sudah banyak pertanda yang seolah tak mengizinkan. Namun terabaikan begitu saja karena gelora asmara yang menggebu sempurna. Biasanya tak sampai serumit dan sesakit ini. Kali ini mampu memberatkan desah nafas dan memenuhi kepala hingga terasa membingungkan. Terlalu takut untuk memulai atau terlalu takut meninggalkan? Sampai saat ini belum terjawab. Kenangan indah muncul sebagai penggairah untuk tetap bertahan namun seiring hadirnya kenangan itu, muncul ingatan kurang menyenangkan yang membuat ingin segera berlari menjauh. Berkali-kali terucap dalam hati, bahwa semua tak nyata, tak boleh terpedaya, namun tetap tergoda. Siapa yang bodoh sebenarnya? Aku yang bertahan atau kau yang meninggalkan? Setiap kali dibawa terbang melayang, pada akhirnya harus terjerembap pada jurang kenyataan yang menyakitkan. Berulang kali. Namun seolah tak berpengaruh pada perasaan yang masih tersisa, tak masuk di akal. Semua masih terasa samar, salah paham belaka atau memang ada sebuah rencana. Tak tahu harus bersikap bagaimana, beranjak atau diam di tempat?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Skenario Terindah
Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...
-
Jangankan dalam nyata Alam mimpi pun menghadirkan wajahmu bias Terbentur kehadirannya yang tanpa diminta ikut serta Berganti-...
-
Jarak jauh terpisah Dipisahkan oleh puluhan batas wilayah Kau di kota pelajar, sedang aku di kota metropolitan Komunikasi juga terb...
-
Terlalu banyak rahasia yang tersimpan di antara kita Terasa lelah untuk memendam semuanya Namun tak kuasa apabila mengetahui kebenarannya ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar