Terdengar nada sinis dalam bicaranya
Terlihat senyum kecut di bibirnya
Tersirat wajah masam di mukanya
Ya,
Dia sudah paham dengan perasaan ini
Sudah ia rasakan mungkin untuk ratusan kali
Perasaan ini, dia namakan cemburu
Terkadang dibenarkan, terkadang menjadi petaka
Tapi apalah daya, hanya diam yang bisa ia lakukan sekarang.
Perasaan itu memang sudah takdirnya terbagi-bagi, takkan pernah utuh menjadi miliknya
Terkadang waktu luangmu tak lagi jadi yang utama untuknya
Jelas rasa kehilangan juga tak bisa terelakan
Melihat senyum bahagia di wajahmu
Kisah manis yang kau sebut
Rona merah dipipimu
Mana tega ia mengumbar duka yang di rasa?
Kau sudah menemukan duniamu
Kau sudah menemukan sandaranmu
Kau sudah menemukan separuh hatimu
Disaat sahabatnya sedang jatuh cinta
Sekali lagi ia harus merasakan terluka sekaligus bahagia
Hanya satu pintanya
Jangan pernah lupakan kisah yang pernah terajut
Bahagiamu yang terdahulu
Ingat, ia akan tetap selalu ada untukmu
Kini harus ia akui,
Kau menjadi semakin cantik, sahabat
Berjanjilah jangan hadirkan lagi wajah murung itu
Selamat untukmu :)
Sabtu, 29 Agustus 2015
Dia kira, itu kamu..
Lagi,
Dia kira itu kamu
Tapi ternyata bukan kamu
Hanya mirip kamu
Berapa puluh orang,
Yang dia kira itu kamu
Apa sebabnya?
Mungkin karena rasa rindu yang menumpuk
Yang sampai saat ini belum berujung
Telah bertahun-tahun lalu
Tapi bayangmu masih membuntut
Apa wajahmu masih seperti dulu?
Apa wangi parfummu masih sesegar dulu?
Apa senyummu masih semanis dulu?
Apa perasaanmu masih seutuh dulu?
Dia ingin sekali saja berjumpa denganmu
Tapi waktu tak pernah mengizinkan bertemu
Pernah mereka berada dalam gedung yang sama
Namun takdir berkata lain
Mereka menjauh pada kedua sudut yang berbeda
Lagi-lagi
Mereka hanya bertemu dalam dunia maya yang semu
"Jika suatu hari kita bertemu
Akankah perasaan itu masih milikmu milikku?"
Dia kira itu kamu
Tapi ternyata bukan kamu
Hanya mirip kamu
Berapa puluh orang,
Yang dia kira itu kamu
Apa sebabnya?
Mungkin karena rasa rindu yang menumpuk
Yang sampai saat ini belum berujung
Telah bertahun-tahun lalu
Tapi bayangmu masih membuntut
Apa wajahmu masih seperti dulu?
Apa wangi parfummu masih sesegar dulu?
Apa senyummu masih semanis dulu?
Apa perasaanmu masih seutuh dulu?
Dia ingin sekali saja berjumpa denganmu
Tapi waktu tak pernah mengizinkan bertemu
Pernah mereka berada dalam gedung yang sama
Namun takdir berkata lain
Mereka menjauh pada kedua sudut yang berbeda
Lagi-lagi
Mereka hanya bertemu dalam dunia maya yang semu
"Jika suatu hari kita bertemu
Akankah perasaan itu masih milikmu milikku?"
Rabu, 26 Agustus 2015
Dalam diam,
Kita sama-sama tau senyum itu ditujukan untuk siapa
Kita sama-sama tau tatap mata itu disembunyikan untuk siapa
Kita sama-sama tau perasaan itu disimpan untuk siapa
Kita sama-sama tau doa itu dipanjatkan untuk siapa
Kita sama-sama tau harap itu diberikan untuk siapa
Berawal dari pertemuan dan perpisahan yang tak pernah terduga
Kita sama-sama tau senyum itu ditujukan untuk siapa
Kita sama-sama tau tatap mata itu disembunyikan untuk siapa
Kita sama-sama tau perasaan itu disimpan untuk siapa
Kita sama-sama tau doa itu dipanjatkan untuk siapa
Kita sama-sama tau harap itu diberikan untuk siapa
Berawal dari pertemuan dan perpisahan yang tak pernah terduga
Langganan:
Postingan (Atom)
Skenario Terindah
Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...
-
Jangankan dalam nyata Alam mimpi pun menghadirkan wajahmu bias Terbentur kehadirannya yang tanpa diminta ikut serta Berganti-...
-
Jarak jauh terpisah Dipisahkan oleh puluhan batas wilayah Kau di kota pelajar, sedang aku di kota metropolitan Komunikasi juga terb...
-
Terlalu banyak rahasia yang tersimpan di antara kita Terasa lelah untuk memendam semuanya Namun tak kuasa apabila mengetahui kebenarannya ...
