Sabtu, 29 Agustus 2015

Cemburu

Terdengar nada sinis dalam bicaranya
Terlihat senyum kecut di bibirnya
Tersirat wajah masam di mukanya

Ya,
Dia sudah paham dengan perasaan ini
Sudah ia rasakan mungkin untuk ratusan kali

Perasaan ini, dia namakan cemburu

Terkadang dibenarkan, terkadang menjadi petaka

Tapi apalah daya, hanya diam yang bisa ia lakukan sekarang.

Perasaan itu memang sudah takdirnya terbagi-bagi, takkan pernah utuh menjadi miliknya

Terkadang waktu luangmu tak lagi jadi yang utama untuknya

Jelas rasa kehilangan juga tak bisa terelakan

Melihat senyum bahagia di wajahmu
Kisah manis yang kau sebut
Rona merah dipipimu

Mana tega ia mengumbar duka yang di rasa?

Kau sudah menemukan duniamu
Kau sudah menemukan sandaranmu
Kau sudah menemukan separuh hatimu

Disaat sahabatnya sedang jatuh cinta
Sekali lagi ia harus merasakan terluka sekaligus bahagia

Hanya satu pintanya
Jangan pernah lupakan kisah yang pernah terajut
Bahagiamu yang terdahulu
Ingat, ia akan tetap selalu ada untukmu

Kini harus ia akui,

Kau menjadi semakin cantik, sahabat
Berjanjilah jangan hadirkan lagi wajah murung itu
Selamat untukmu :)

2 komentar:

Skenario Terindah

Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...