Selasa, 30 Juni 2015
Terasa lelah untuk memendam semuanya
Namun tak kuasa apabila mengetahui kebenarannya
Mencoba saling tersenyum
Walau terselip perih di hati
Mencoba saling menatap
Walau tersimpan air mata yang kan membasahi
Terlalu sakit untuk di simpan
Terlalu sulit untuk di ucap
Mencoba membentengi diri
Namun tak kuasa menahan terpaan yang silih berganti
Ingin menggapai terasa sulit
Melepaskan begitu sakit
Terpaku pada suatu hal yang tak pasti
Hingga kini menyiksa diri
Pergilah menjauh
Jika kau kan kembali berlalu
Hampiri tujuanmu
Tinggalkan aku
Perlahan
Kau,
Jangan terus datang
Jika kan segera menghilang
Selasa, 23 Juni 2015
Maaf..
Tak peduli sekeras apa kau memaksa kembali masuk ke dalam hati. Tak peduli sehebat apa kau mencoba merayu. Tak peduli semanis apa perlakuanmu padaku. Aku akan tetap berdiri disini. Bertahan pada keputusan yang pada awalnya sulit untuk ku lalui. Bertahan pada keputusan yang menurutmu adalah jalan terbaik. Bahkan saat itu kau sendiri yang bilang bahwa semuanya tak lagi sama. Sejak saat itu, aku memberanikan diri untuk menjauh, sangat jauh. Agar mudah bagiku melalui hari lagi tanpamu, sama seperti saat belum pernah mengenalmu. Lalu, sekarang mengapa kau hadir kembali? Menyesal?
Maaf, tak semudah itu kau miliki kembali hatiku yang sudah terlanjur tak tersisa untukmu.
Senin, 22 Juni 2015
Jangan pernah datang jika akan menghilang
Sebaiknya,
Jangan pernah berjumpa jika akan berpisah
Sebaiknya,
Jangan pernah ada sapa jika akan terabaikan
Sebaiknya,
Jangan pernah menyentuh jika akan menjatuhkan
Sebaiknya,
Jangan menggenggam jika akan melepaskan
Sebaiknya,
Jangan beri perhatian jika hanya dijadikan pelarian
Sebaiknya,
Jangan memberi harapan jika semuanya angan
Sebaiknya,
Jangan menggoda jika tak dijadikan satu-satunya
Sebaiknya,
Jangan pernah berjanji jika akan mengingkari
Sebaiknya,
Jangan pernah tersenyum jika tak bisa termiliki
Sebaiknya,
Jangan menoreh luka jika tak mampu mengobati
Silahkan pergi dan jangan pernah kembali
Semuanya sudah begitu menyakitkan
Sehingga enggan untuk kembali
Biarlah tetap menjadi kenangan
Jumat, 19 Juni 2015
Sebuah Permainan
Ini hanya sebuah permainan
Abaikan saja
Jangan goyah
Tetap kuatkan pertahanan
Ingat,
Luka yang pernah ditorehkan
Senyum yang selalu ditebarkan
Perhatian yang selalu diumbar
Cinta yang selalu ditanamkan
Bukan untuk dirimu seorang
Ingat,
Kau tau persis permainan ini
Kau pernah terbuai akan tipu dayanya
Kemudian dihempaskan begitu saja
Kali ini pun sama
Sedikitpun kau merasa terlena
Maka kau harus siap berduka
Ingat,
Semua ini tak nyata
Dia memperlakukanmu semanis itu
Sama seperti ia memperlakukan wanita lain
Ingat,
Hatinya tak hanya tertuju padamu
Dijadikan tujuan? Belum tentu
Ingat,
Kau tak boleh menyerah
Kau harus mempertahankan kebahagiaanmu tanpanya
Tak perlu kembali apalagi mengulang
Ingat,
Kau hanya tempat persinggahan
Ia hanya mengunjungimu di kala bosan
Ingat,
Kau selalu berusaha ada untuknya
Tapi apa pernah ia ada untukmu disaat kau membutuhkannya?
Jawabnya tidak
Ingat,
Kau tak boleh lagi terpedaya olehnya
Sebab pada akhirnya kau yang akan terluka
Mungkin akan tersingkir pula bila waktunya tiba
Silahkan kau ikuti alurnya, namun jangan sampai terseret arusnya
Biarkan ia merasakan kesenangan sesaatnya
Kemudian kau akan saksikan duka yang begitu pedih menghampirinya
Tentu kau akan tersenyum bahagia pada akhirnya
Belum tentu dengannya
Permainan ini,
Kau sudah tau jalan ceritanya
Bahkan akhir kisahnya
Biarlah Seperti Ini
Entah terbawa angin atau terhapus hujan
Semuanya berlalu
Namun perasaan masih mampu membuat terhanyut
Seketika
Semua berbeda
Setelah disadari
Sudah terlalu jauh kini
Mencoba melupakan
Walau tak hilang di ingatan
Mencoba menyembuhkan
Walau tak hilang goresannya
Saat ini
Yang perlu disadari ialah batasan itu
Setelah sama-sama saling menjauh dari tembok penghalang itu
Rasanya tak perlu untuk kembali maju tuk meruntuhkan pertahanan itu
Kita hanya perlu berjalan mundur atau berbalik arah
Tak perlu lagi menatap tembok itu
Tinggalkan, lalu lupakan
Biarlah tetap seperti ini
Agar tak lagi terlalu banyak luka
Agar tak lagi terlalu banyak duka
Agar tak lagi terlalu banyak asa
Biarlah semua mengalir indah
Tanpa ada harapan yang menjanjikan
Sehingga tiada lagi rasa kecewa
Mempermudah langkah kaki kita
Tuk tetap berjalan bersisian
Tanpa lagi harus menggenggam
Senin, 15 Juni 2015
Seketika Saja
Perlahan hadir,
Tersenyum,
Kemudian sapa hangat,
Akhirnya tatapan mata saling bertemu
Mencoba meraba kembali
Mengais kenangan lama yang sudah terkubur mati
Tidak,
Semua ini semu
Jangan mudah tertipu
Seharusnya tidak boleh terjadi
Telah dihindari sedari dulu
Tapi kini tak bisa lagi di pungkiri
Yakinlah,
Semuanya akan terulang
Apa tak takut?
Hei, tapi apa yang sedang kau lakukan?
Kau ingin kembali menyiksa?
Sudah cukup rasanya,
Tak ingin mengulang
Namun sempat terbesit rasa bersalah,
Melihatnya menyendiri,
Terkesan terpuruk?
Kacau
Oh benarkah?
Keadaannya separah itu?
Sebenarnya semua adalah sebuah balasan untuknya
Aku merasa bahagia tanpanya,
Tapi munafik bila mengabaikannya
Sayangnya, perasaan ini tak lagi sama
Semuanya telah sirna
Tak bisa kembali seperti sedia kala
Senyum ini sudah tersungging setelah kepergiannya
Hati ini terasa ringan setelah jejaknya perlahan pudar
Jiwa ini mulai begitu tenang tanpa hadirnya
Hidup ini begitu tentram tanpa mengkhawatirkannya
Tapi seketika,
Ia kembali mengacaukannya
Membuatku sedikit goyah
Cukup terguncang
Namun mencoba tetap bertahan
Agar tak lagi terbuai angan belaka
Bermunajat
Diungkit lagi
Terungkit lagi
Susah payah dikubur
Dengan mudahnya dibangkitkan
Mengapa baru sekarang?
Kemarin kemana saja?
Mengapa mengusik kembali?
Padahal hati sudah begitu damai
Tak mengerti apa arti dari semua ini
Masih terlihat samar,
Terkadang mengharukan
Terkadang memilukan
Mungkin rasa kecewa mampu membunuh semuanya
Tapi bukankah cinta dapat mengalahkan segalanya?
Apabila secuil kecewa saja mampu melunturkan
Maka tak pantas disebut cinta
Tapi,
Perasaan aneh ini..
Masih belum terdefinisikan
Bukankah cinta selalu menemukan jalannya sendiri?
Sesulit dan seterjal apapun itu?
Lalu apalagi yang perlu dipertimbangkan?
Bukankah seharusnya dinikmati setiap detiknya?
Bisa jadi menjadi keputusan terbaik
Atau mungkin sebaliknya
Jangan lupa,
Cinta akan selalu kembali pulang
Sejauh apapun ia melangkah
Proses pendewasaan yang begitu rumit
Kecewa sudah,
Bahkan sangat kecewa
Namun perasaan tidak begitu saja hilang bukan?
Ingin marah
Sudah
Ingin menangis
Sudah
Ingin tertawa
Sudah
Lalu apalagi sekarang?
Mari bermunajat kepada sang pemilik hati
Mana Mungkin
Mana mungkin kau menginginkan seseorang yang bahkan tidak menginginkanmu?
Mana mungkin kau mencintai seseorang yang mungkin belum siap mencintaimu
Mana mungkin kau menaruh harap pada seseorang yang mungkin tidak mengharapkanmu?
Mana mungkin kau menjadikan seseorang sebagai tujuan jika ia hanya menjadikanmu sebatas tempat persinggahan?
Andai Saja
Sebenarnya, bukan ini harapanku konsekuensi dari keputusan pahit itu. Tapi mengapa seolah hadirnya selalu menjadi perusak segalanya. Terkadang aku tak habis pikir. Bahkan saat menulis tulisan ini pun, rasa nyeri itu tak segan untuk hadir. Kenangan buruk itu, tak ragu untuk muncul.
Lagi-lagi, aku merasa perlu memperbaiki kembali. Tapi tidak tau bagaimana harus memulainya. Aku suka menertawakan diriku sendiri. Mengapa aku bisa seberani itu. Padahal dulu aku tidak punya nyali sedikitpun untuk memulai pembicaraan. Tapi sekarang? Ah apa mungkin karena pasifnya dirimu yang tak ingin memulai, atau memang kau tak pernah terbesit keinginan untuk memulai.
Lagi-lagi hati ini kembali bingung. Mengapa kau selalu menyusahkanku? Sedikit saja bisakah kau menyenangkan hatiku? Melegakan nafasku? Meringankan pikirku? Tak bisakah? Mengapa kau masih menghantui? Kenangan buruk itu selalu menyiksaku hingga saat ini. Aku ingin rasa rindu itu hadir untukmu, bukan benci yang semakin menggunung. Aku ingin kau hadir sebagai mimpi indahku, bukan mimpi buruk yang mengganggu.
Aku ingin kau bisa menghapus kenangan buruk itu. Andai saja kau mau melakukannya dengan sepenuh hati. Menghapus duka dan meninggalkan kenangan indah. Sehingga aku lupa bagaimana sakitnya terkhianati oleh seseorang yang kucintai. Buatlah hatiku seolah tak pernah merasakan sakit itu. Mampukah kau melakukannya?
Suatu hari nanti kau akan mengerti, bila kau merasakan apa yang kurasakan. Siapkah dirimu?
Mari Merenung Sejenak
Berbeda jauh sekali dengan dunia nyata guys! Come on. Jangan kamu menaruh harapan besar kisah cintamu akan seindah cerita fiktif tersebut, terpaku pada 1 orang yang pada akhirnya bisa kau miliki selamanya, dengan begitu mudah. Hidup tak sesederhana itu guys. Emosi, angan, suka, duka lebih bervariasi dan menarik dalam kehidupan nyata guys. Apa pernah kau renungkan?
Bukankah hidupmu jauh lebih indah? Lebih berwarna? Di novel, romansa, ftv, drama, itu hanya sebagian kecil dari sebuah kisah guys. Bagaimanapun, dunia nyata jauh lebih indah. Lalu sampai kapan kau akan hidup dengan angan-angan? Berharap sang pangeran berkuda putih menjemputmu. Berharap seorang pria yang mengaku hanya mencintaimu seorang, kemudian kisah cinta kalian berjalan dengan mulusnya.
Apa mungkin?
Mungkin saja. Namun hanya dalam khayalan.
Tidak mudah menunggu seseorang yang benar-benar memilihmu, menjadikanmu satu-satunya. Kemudian ia mendatangi ayahmu, meminta izin menikahimu. Come on guys, semua itu butuh proses panjang. Tak semudah yang orang-orang tuliskan dalam sebuah karya sastra atau drama.
Coba sekarang berapa usiamu?
Apa kau tahan dengan bualan cinta 1 orang yang belum tentu mencintaimu? Pasti tidak. Kita akan terus mencari seseorang yang memiliki kecocokan dengan kita, begitupun dirinya. Ia akan memilih kita sebagai kekasih satu-satunya setelah sebuah akad telah terucap. Itulah cinta yang sudah sang Ilahi tuliskan.
Tak mudah bukan?
Maka dari itu, mari kita nikmati setiap detiknya proses itu. Boleh berharap, namun jangan berlebihan. Karena kau bisa kecewa. Sesungguhnya sesuatu yang berlebihan, tiada baiknya. Jalani, ikhtiar, dan tetap istiqomah di jalannya :)
2 Minggu Berlalu
Terjawab Sudah
Aku hanya bisa tersenyum miris. Aku pikir kau sudah sendiri, namun kau masih disisinya. Baiklah, aku tidak akan berharap lebih dari ini. Aku hanya bisa mendoakan kebahagiaanmu. Sama seperti yang kulakukan sedari dulu. Siapapun yang sedang bersamamu, pilihanmu, disampingmu, bahkan memiliki hatimu, ku harap dialah yang terbaik. Lebih baik dariku dan aku selalu berharap kau segera temukan bahagiamu walau bukan lagi aku yang menjadi alasanmu bahagia. Walaupun sebelum dia, akulah yang lebih dulu mampu memiliki hatimu. Inilah jalan yang harus kita lalui..
Jika suatu saat kau merindukanku, aku berharap rindu ini pun masih milikmu.
Jika suatu saat hatimu mencariku, aku berharap hati ini masih setia menunggumu.
Jika suatu saat kau kembali padaku, aku berharap diriku belum dimiliki siapapun. Semoga tiada lagi kata terlambat, seperti dulu :)
First Love Forever Love
Sebagai Seorang Teman
Setelah mampu menata hati
Anda datang kembali
Ingin memporakporandakan lagi?
Selalu begitu, datang dan pergi
Rasanya hati tak lagi bergeming
Tak mampu untuk menata kembali nanti
Semuanya masih terlalu dini
Baru saja pulih
Berteman baik, tak apa
Lebih dari itu, tak bisa
Etikat baik itu terjalin untuk mengencangkan kembali tali silaturahmi
Bukan berarti ingin memulai lagi
Butuh berpikir ribuan kali
Untuk menyerahkan hati lagi
Terlebih pada seorang mantan kekasih yang pernah mengkhianati
Sebagai seorang teman,
Biarlah senyum ini tersungging sebagai seorang teman
Biarlah hati ini menyayangi sebagai seorang teman
Biarlah mulut ini menyapa sebagai seorang teman
Tak bisa lagi ku pungkiri
Tak ingin kembali menuai luka yang sudah terlanjur pulih
Rencana Indah
Seseorang yang dulu sedikit pun tak menarik perhatian
Sekarang mampu membuat menoleh dua kali
Seseorang yang dulu tak pernah terlintas di pikiran
Sekarang menjadi yang selalu dipikirkan
Seseorang yang dulu terasa begitu jauh
Sekarang selalu berada pada jarak yang dekat
Seseorang yang dulu terlihat pantas menjadi seorang kakak
Sekarang terlihat pantas menjadi seorang pendamping
Seseorang yang dulu pernah terabaikan
Sekarang menjadi sebuah harapan
Seseorang yang dulu tak mampu membuat jantung berdebar
Sekarang mampu membuat pipi merona
Seseorang yang pernah pergi
Sekarang merangkak kembali
Tuhan selalu punya rencana indah untuk mewarnai hidup seseorang
Aku Sudah Tersenyum
Hai kamu, apa kabar? :)
Semoga kau selalu baik-baik saja.
Lalu, apa kabar dengan hatimu?
Apakah aku sudah tersingkir dari sana?
Semoga sudah,
Cepat atau lambat.
Kabarku disini sangat baik semenjak hari itu :)
Seharusnya kau bahagia
Perlu kau tahu, semoga kau percaya.
Aku sudah menepati janjiku.
Ingatkah kau pernah memintaku untuk tidak pernah menangis lagi untukmu?
Aku sudah melakukannya dengan baik.
Ikhlas kulakukan untukmu.
Walau rasanya masih pilu, namun tak kubiarkan lagi bulir air mata itu terjatuh
Terima kasih, telah menguatkan :)
Setelah hari itu, semoga tiada penyesalan dalam hidupmu.
Aku berangsur pulih, tapi kau terlihat memburuk.
Apakah hari ini kau sudah membaik?
Segeralah..
Aku ingin kita kembali tersenyum,
Saling sapa pada jalan yang bersebrangan
Kemudian melambaikan tangan di persimpangan
Disertai rona kebahagiaan tanpa ada penyesalan
Sehingga jika suatu hari kelak kita berjumpa,
Angan dan cita telah terajut sempurna tanpa lagi harus bersama
Rabu, 03 Juni 2015
Pendewasaan Diri
Kau membuatku lebih kuat
Kau membuatku lebih terbuka
Kau membuatku tersenyum lega
Kau membuatku mudah melupakan
Kau membuatku rela mengabaikan
Kau mengajarkanku arti kesetiaan
Sekaligus arti pengkhianatan
Kau telah mendewasakanku
Walau dengan cara yang tidak menyenangkan
Kau membuatku mengerti
Apa yang aku inginkan tak selalu dapat diwujudkan
Kau membuatku belajar arti kesabaran dan perjuangan
Setelah aku melaluinya dengan terseok,
Kini kau tunjukkan seberkas cahaya
Cahaya yang membawaku pada seorang yang lebih pantas berada disisiku
Setelah kau tunjukkan siapa yang tak pantas bersamaku
Kau ya rabb..
Sang maha pencipta
Yang memiliki seluruh semesta beserta isinya
Seketika Saja
Tersenyum,
Kemudian sapa hangat,
Akhirnya tatapan mata saling bertemu
Mencoba meraba kembali
Mengais kenangan lama yang sudah terkubur mati
Tidak,
Semua ini semu
Jangan mudah tertipu
Seharusnya tidak boleh terjadi
Telah dihindari sedari dulu
Tapi kini tak bisa lagi di pungkiri
Yakinlah,
Semuanya akan terulang
Apa tak takut?
Hei, tapi apa yang sedang kau lakukan?
Kau ingin kembali menyiksa?
Sudah cukup rasanya,
Tak ingin mengulang
Namun sempat terbesit rasa bersalah,
Melihatnya menyendiri,
Terkesan terpuruk?
Kacau
Oh benarkah?
Keadaannya separah itu?
Sebenarnya semua adalah sebuah balasan untuknya
Aku merasa bahagia tanpanya,
Tapi munafik bila mengabaikannya
Sayangnya, perasaan ini tak lagi sama
Semuanya telah sirna
Tak bisa kembali seperti sedia kala
Senyum ini sudah tersungging setelah kepergiannya
Hati ini terasa ringan setelah jejaknya perlahan pudar
Jiwa ini mulai begitu tenang tanpa hadirnya
Hidup ini begitu tentram tanpa mengkhawatirkannya
Tapi seketika
Ia kembali mengacaukannya
Membuatku sedikit goyah
Cukup terguncang
Namun mencoba tetap bertahan
Agar tak lagi terbuai angan belaka
Luka
Sebuah luka berawal dari kecerobohan
Tidak hati-hati
Akhirnya terluka
Namun,
Akan lebih menyakitkan apabila luka yang mulai mengering disentuh kembali
Sehingga membuatnya menjadi sedikit lembab
Sensitif pastinya
Sewaktu-waktu,
Luka yang mulai mengering
Bisa saja berdarah lagi
Meradang lagi
Entah karena tercabik di tempat yang sama
Atau tidak sengaja tersentuh walaupun sedikit saja
Perih
Begitu lama waktu untuk membalut kemudian memulihkan luka yang ditorehkan
Tapi dengan mudahnya kembali dicabik
Lalu dibiarkan mengalir darahnya
Ditinggalkan begitu saja
Sedikit luka pasti akan membekas selamanya
Walaupun tidak terlihat secara kasat mata
Namun pedihnya masih bisa dirasa
Lihatlah Dirimu
Perlu aku bawakan cermin?
Oh betapa menyedihkannya dirimu
Sebegitu hancurkah hatimu?
Andai saja kau tahu,
Aku mengalaminya lebih dulu sebelum dirimu
Bahkan lebih parah dari itu
Sedikitpun tak ada kepedulianmu
Belas kasihan pun berlalu
Lihat sekarang,
Aku baik-baik saja bukan?
Aku sudah berhasil melewati masa sulit itu
Lalu kau?
Kau begitu kacau
Mengapa kau jadi begini?
Bukankah keputusan ini yang kau harapkan?
Tapi coba kau lihat sekarang,
Siapa yang lebih terlihat begitu menyesal?
Dirimu sepertinya
Cukup sudah kau siksa dirimu
Harus berapa lama kau mengasingkan dirimu?
Jalan hidupmu masih panjang
Aku hanya merasa kasihan padamu
Terlihat begitu terpuruk
Oh aku tidak menyangka,
Aku masih punya rasa kasihan padamu
Setelah apa yang kau lakukan padaku
Tapi aku yakin,
Kau pasti bisa melalui itu
Sama sepertiku dulu
Tapi apa kau saat ini dibayangi rasa bersalah?
Izinkan aku tertawa sepuasnya
Semua ini akibat ulahmu
Silahkan kau nikmati pedihnya perbuatanmu
Skenario Terindah
Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...
-
Jangankan dalam nyata Alam mimpi pun menghadirkan wajahmu bias Terbentur kehadirannya yang tanpa diminta ikut serta Berganti-...
-
Jarak jauh terpisah Dipisahkan oleh puluhan batas wilayah Kau di kota pelajar, sedang aku di kota metropolitan Komunikasi juga terb...
-
Terlalu banyak rahasia yang tersimpan di antara kita Terasa lelah untuk memendam semuanya Namun tak kuasa apabila mengetahui kebenarannya ...