Bagaimana rasanya, ketika kau berusaha menjaga apa yang kau miliki, namun direbut paksa oleh orang lain? Tanpa izin, apalagi permisi. Dirampas dengan begitu kasarnya hingga menimbulkan luka yang tak terhingga. Akhirnya mengharuskan kau untuk membiarkannya pergi begitu saja. Dari hidupmu.
Bagaimana rasanya, ketika kau berusaha mempertahankan semua keadaan tetap di tempat semula, seolah semua baik-baik saja, namun otak memberontak mengatakan bahwa semua ini salah walaupun hati selalu berusaha menutupi itu. Apa yang akan kau lakukan? Ikuti logika atau kata hatimu?
Bagaimana rasanya, ketika kau berusaha mencintai sesuatu, sesulit apapun perjalanannya, sesakit apapun rasanya, kau mencoba tetap bertahan. Namun akhirnya terabaikan.
Bagaimana rasanya, ketika kau berusaha melepaskan, namun bayang dan perasaan yang pernah ada terus melekat. Apa yang akan kau lakukan?
Bagaimana rasanya, ketika kau berusaha mengabaikan bahkan sedetikpun tentangnya, namun ia selalu ada di benak dan pikiranmu. Menghantuimu dalam waktu yang mungkin akan berjalan terasa lambat. Menyiksamu dengan rasa kehilangan namun menyakitkan apabila tetap dipertahankan. Haruskah kau menghindarinya untuk sementara waktu?
Bagaimana rasanya, ketika kau berusaha mengacuhkan senyum dan suaranya yang terus menggema di relung hati, serta kisah kebersamaan kalian, yang apabila hal itu terjadi akan semakin membuatmu sulit melangkah ke depan. Apakah kau akan tetap diam ditempat bersama bayangannya? Mengabadikannya di hatimu? Bahkan telah banyak luka yang telah diberikan untukmu?
Bagaimana rasanya, ketika kau berusaha untuk tetap tegar, tetap tersenyum, seolah terlihat bahagia didepan orang banyak. Padahal hatimu mengingkarinya. Apakah kau akan menunjukan perasaanmu yang sesungguhnya pada mereka semua?
Masihkah kau sanggup mempertahankannya, bahkan dihatimu sendiri untuk tetap memberi ruang baginya?
Biarlah waktu yang menjawab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar