Minggu, 10 Mei 2015

Cinta Monyet

Mungkin benar apa kata orang,
Dulu cinta yang kita bina hanya cinta monyet
Cinta yg terlalu kekanak-kanakan
Hingga semuanya kita lalui dengan penuh permainan
Namun seolah meyakinkan

Dulu,
Kita yang masih lugu
Kita yang masih polos
Dua remaja yang sedang dimabuk asmara
Sehingga semua janji kita ikat seerat mungkin dihati
Semua angan dan khayal kita lambungkan tinggi demi kebahagiaan kita nanti
Ketika semua berujung bahagia

Hari demi hari kita lalui liku percintaan remaja
Menciptakan pengalaman baru yg sebetulnya sama-sama kita nikmati
Mewarnai hari-hari dengan cinta yang pada saat itu anugerah luar biasa buat kita

Namun pada suatu hari,
Keegoan itu muncul
Keegoan itu merusak segalanya
Merusak segala jalan yang telah kita bangun
Hingga enggan rasanya untuk memperbaiki kembali
Akhirnya kita sama-sama harus memilih jalan yang berbeda
Kembali membangun tujuan masing-masing
Tanpa ada kata bersama

Namun di sela perjalanan itu,
Kita merasa saling merindukan
Mencoba saling menemukan
Ingin mengulang, namun tak ingin berbalik arah
Semuanya telah berbeda

Lagi-lagi keegoan itu menghancurkan sgalanya

Hingga kini penyesalan yang begitu terasa

Untukku..

Perih,
Karena semua janji itu telah teriingkari
Angan itu telah terkubur dalam entah kemana
Dan hatiku sangat membutuhkanmu

Entah kemana perginya
Semuanya telah kau bawa jauh dariku
Hingga kini terasa semakin sulit tuk menggapaimu kembali

Sering aku menyerah
Sering pula aku mencobanya
Membawa hatimu kembali
Namun tak lagi hati itu untukku
Tak lagi seperti dulu

Mungkinkah kau merasakan hal yang sama?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Skenario Terindah

Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...