Selasa, 19 Mei 2015

1 bulan lalu..

1 bulan telah berlalu. Semenjak perpisahan itu. Setelah perdebatan panjang. Akhirnya kita bisa melewatinya. Sulit. Pasti. Tapi nyatanya sudah berlalu bukan? Semua akan kembali baik-baik saja. Walau prosesnya cukup melelahkan. Meski diliputi senyum, tangis, murka, serta rindu, setidaknya kita bisa menikmatinya. Merasakan setiap jengkal perasaan yang mungkin asing bagi kita. Ini adalah sebuah proses. Proses menuju kedewasaan. Proses untuk meraih cinta sejati. Sabar. Tidak akan lama lagi. Janganlah keputusasaanmu mengacaukan segalanya. Janganlah kepatahatianmu mematikan hati. Tetaplah seperti dulu. Kau dan aku yang dikenali. Tersenyumlah sedikit, walau itu bukan lagi untukku. Toh aku yang 1 bulan lalu sempat menangis didepanmu, sekarang sudah kembali tersenyum seperti dulu? Aku yakin kamu bisa. Jangan hinggapi perasaan yang pernah kita kagumi dengan sarat kebencian. Yaa aku tau ini tak mudah. Tapi cobalah kita sama-sama saling mempelajari. Kau tak pernah tau kan sesulit apa hari-hariku selama 1 bulan itu? Membiasakan diri dengan rutinitas baru tanpa ada lagi "kamu". Mengenang luka yang mengoyak. Meneteskan air mata lagi dan lagi. Rasanya terseok sudah langkahku. Namun aku sadar, aku harus bangkit. Jalan hidupku masih panjang. Masih banyak kebahagiaan yang menantiku disana. 

Meski kita tak lagi bersama, bisakah kita saling membahagiakan? Bisakah kau hapus kenangan buruk yang telah kau ciptakan untukku? Sehingga aku hanya bisa mengingat kenangan manis bersamamu. Tanpa lagi harus merasa terluka disaat mengingatmu. Ah seandainya kamu tahu dan membaca sedikit tulisan ini, mengingat kita sudah tak pernah saling bicara seperti tak saling mengenal semenjak hari itu, 1 bulan yang lalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Skenario Terindah

Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...