Hei kamu,
Iya kamu.
Kamu yang merasa terpanggil,
Kamu yang membaca tulisan ini.
Tidak semua kamu sebenarnya,
Hanya untuk kamu seorang.
Yah semoga tulisan ini bisa terbaca olehmu.
Aku tidak tahu apa yang ada dibenakku saat menulis ini,
Tetapi aku ingin menuliskannya.
Jadi bagaimana? Hehe
Aku sudah mendengar semuanya,
Aku sudah melihat semuanya,
Aku sudah mengetahui semuanya.
Ya,
Semua yang terjadi antara kau dan dirinya.
Disaat kita masih bersama,
Benarkah kau merasakan suatu perasaan yang lebih padanya?
Lebih dari sekedar teman?
Apa aku terlambat?
Ya,
Aku memang terlambat mengetahui semuanya.
Terlebih aku tahu disaat kita sudah tak lagi bersama.
Apalah daya..
Aku hanya ingin tahu,
Seberapa pentingnya diriku yang pernah melalui hari bersamamu?
Terbilang cukup lama kita menghabiskan waktu bersama
Tetapi setelah aku mengetahui semuanya,
Aku merasa..
Tak berarti.
Ya,
Sepertinya itu kata yang tepat.
Bahkan terselip saja dihatimu mungkinkah?
Ah kau seolah tak menganggapnya.
Ada namaku saja tidak,
Kau sebutkan di depan mereka saja tidak.
Lalu artinya?
Ah entahlah, terlalu banyak pertanyaan yang bergelayut pasrah di kepalaku.
Entah bisa aku tanyakan padamu atau tidak.
Tetap menjadi misteri?
Perlakuan itu,
Iya yang seperti itu.
Aku rasa kamu paham.
Kita tidak pernah melakukannya kan?
Tetapi bersamanya,
Seseorang yang baru kau kenal,
Seseorang yang baru membuatmu nyaman,
Seseorang yang baru mengambil hatimu,
Kau berikan kepadanya.
Sedih?
Iya.
Tapi aku besyukur,
Karena aku tidak melewati hal itu bersama orang salah sepertimu.
Seseorang yang telah berkhianat
Tetapi, timbul pertanyaan selanjutnya.
Apakah selama ini, kau hanya memanfaatkanku?
Hanya kau dan Tuhan yang tahu,
Aku menunggu karma menghampirimu,
Kemudian aku akan tersenyum untukmu.
Ingat itu !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar