Suatu hari, seorang teman pernah berkata pada saya..
"Untuk apa kamu menangisi satu orang yang pergi meninggalkanmu dengan alasan dia sudah tidak menyayangimu. Hey sadar! Masih banyak yang menyayangimu, jadi atas dasar apa kau menangisi satu orang yang pergi sedangkan diluar sana masih banyak orang lain yang ingin melihat kau bahagia".
Seseorang teman juga pernah memaksa saya menangis, meluapkan apa yg saya rasa. Namun saya jawab "Sulit. Saya tidak bisa" lalu ia berkata, "Ceritakanlah semua, mungkin saya bisa membantu". Kemudian saya menjawab lagi "Lidah ini kelu untuk membahas semua tentangnya". Lalu ia berkata, "Baiklah kau curahkan saja semua kepada sang Maha membolak-balikkan hati manusia. Itu cara yg lebih ampuh untuk mengurangi beban di langkahmu".
Selanjutnya ia bilang, "Saat kita diberi cobaan atau ujian dari Allah, Allah cuma mau kita bersabar. Jika kita bisa sabar, maka kita akan lulus dari ujian itu, lalu akan ada hal indah yang menanti kita di depan sana".
Tidak hanya itu, ia juga berkata "Sedih itu manusiawi. Tapi bagaimana cara kita menghadapinya. Sedih atau bahagia itu pilihan. Saat kita sedih tapi kita tidak berusaha untuk bahagia ya itu pilihan diri sendiri, begitu juga orang yang sedih tapi berusaha untuk bahagia. Karena hidup itu tak selamanya sedih dan tak selamanya bahagia".
Percakapan terakhir yang ia katakan pada saya di malam itu adalah "Saat kita merasa kehilangan, maka Allah akan menggantikannya dengan yang lebih lebih baik lagi. Ini jalan terbaik dari Allah, karena Allah tidak membiarkanmu berlama-lama bersama orang yang salah. Biarlah ia menikmati rasa penyesalannya suatu hari nanti karenamemilih meninggalkanmu demi orang lain yang baru saja membuatnya lebih nyaman. Ingat, rasa sakitnya itu hanya sebentar dan hal itu merupakan proses untuk menuju kedewasaan dan kesuksesanmu di masa depan".
Setelah itu, saya kembali menitikkan air mata. Saya menangis. Tetapi saya menangis bahagia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar