Selasa, 19 Mei 2015

Walaupun Harus Terluka

Bohong

Iya,
Aku membohongi perasaanku
Menutupinya dengan sempurna
Seolah semuanya baik baik saja

Menyembunyikan sedih ditengah tawaku
Menyembunyikan luka dibalik tegarku
Menyembunyikan sepi dalam bahagiaku

Untuk apa?
Haruskah ku jawab?

Untuk menyenangkanmu tentunya

Tak pernah kau tahu seberapa sakitnya hati ini
Bahkan sedikitpun tak kau pedulikan
Tak berarti dimatamu

Aku hanyalah sedikit coretan di hidupmu
Mungkin sedikit memberi warna dihidupmu

Lalu kamu?
Kamu terlalu banyak mendominasi hariku
Kamu terlalu banyak melukiskan kenangan di hidupku

Sungguh tak adil

Dengan mengingatmu saja cukup membuatku terasa teriris
Tapi apalah daya, aku merindukanmu
Kamu?
Sudah bahagia dengan dunia barumu

Sejahat apapun dirimu, aku masih bisa merasakan rindu?
Terkadang aku miris menertawakan diriku
Begitu bodohnya menangisi seorang sepertimu
Namun terkadang aku sedih meratapi diriku
Mengapa aku bisa jatuh cinta padamu dulu

Ah itu masa lalu,
Bahkan taukah kau?
Sedikit banyak aku sudah bisa melupakan kenangan kita
Betapa bahagianya diriku
Walaupun terasa ada kekosongan dihati

Apa kau masih ingat?
Kenangan kita saat masih bersama
Saat cinta masih bergelora
Yang kini perlahan padam

Mungkin aku akan selalu ingat setiap detailnya
Tapi sudah ku kubur dalam-dalam sekarang
Jadi jangan salahkan aku bila butuh waktu yang lama untuk mengingat kembali kenangan itu

Kita memang dipertemukan karena sebuah alasan
Dan kini kita juga dipisahkan karena sebuah alasan
Apapun alasan itu, aku yakin itulah yang terbaik
Walau harus merasakan kehilangan yang menyakitkan

Aku selalu berdoa untuk kebahagiaanmu
Dan berdoa untuk keteguhan hatiku melihatmu bahagia dengan pilihanmu
Aku juga akan mencoba kembali mencari bahagiaku yang sudah dibuat berserakan olehmu
Sekali lagi, terimakasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Skenario Terindah

Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...