Rabu, 03 Juni 2015

Seketika Saja

Perlahan hadir,

Tersenyum,

Kemudian sapa hangat,

Akhirnya tatapan mata saling bertemu

Mencoba meraba kembali

Mengais kenangan lama yang sudah terkubur mati

Tidak,

Semua ini semu

Jangan mudah tertipu

Seharusnya tidak boleh terjadi

Telah dihindari sedari dulu

Tapi kini tak bisa lagi di pungkiri

Yakinlah,

Semuanya akan terulang

Apa tak takut?

Hei, tapi apa yang sedang kau lakukan?

Kau ingin kembali menyiksa?

Sudah cukup rasanya,

Tak ingin mengulang

Namun sempat terbesit rasa bersalah,

Melihatnya menyendiri,

Terkesan terpuruk?

Kacau

Oh benarkah?

Keadaannya separah itu?

Sebenarnya semua adalah sebuah balasan untuknya

Aku merasa bahagia tanpanya,

Tapi munafik bila mengabaikannya

Sayangnya, perasaan ini tak lagi sama

Semuanya telah sirna

Tak bisa kembali seperti sedia kala

Senyum ini sudah tersungging setelah kepergiannya

Hati ini terasa ringan setelah jejaknya perlahan pudar

Jiwa ini mulai begitu tenang tanpa hadirnya

Hidup ini begitu tentram tanpa mengkhawatirkannya

Tapi seketika

Ia kembali mengacaukannya

Membuatku sedikit goyah

Cukup terguncang

Namun mencoba tetap bertahan

Agar tak lagi terbuai angan belaka


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Skenario Terindah

Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...