Senin, 15 Juni 2015

Seketika Saja


Perlahan hadir,
Tersenyum,
Kemudian sapa hangat,
Akhirnya tatapan mata saling bertemu

Mencoba meraba kembali
Mengais kenangan lama yang sudah terkubur mati

Tidak,
Semua ini semu
Jangan mudah tertipu
Seharusnya tidak boleh terjadi

Telah dihindari sedari dulu
Tapi kini tak bisa lagi di pungkiri

Yakinlah,
Semuanya akan terulang

Apa tak takut?
Hei, tapi apa yang sedang kau lakukan?

Kau ingin kembali menyiksa?

Sudah cukup rasanya,
Tak ingin mengulang
Namun sempat terbesit rasa bersalah,
Melihatnya menyendiri,
Terkesan terpuruk?
Kacau

Oh benarkah?
Keadaannya separah itu?

Sebenarnya semua adalah sebuah balasan untuknya
Aku merasa bahagia tanpanya,
Tapi munafik bila mengabaikannya
Sayangnya, perasaan ini tak lagi sama
Semuanya telah sirna
Tak bisa kembali seperti sedia kala

Senyum ini sudah tersungging setelah kepergiannya
Hati ini terasa ringan setelah jejaknya perlahan pudar
Jiwa ini mulai begitu tenang tanpa hadirnya
Hidup ini begitu tentram tanpa mengkhawatirkannya

Tapi seketika,
Ia kembali mengacaukannya
Membuatku sedikit goyah
Cukup terguncang
Namun mencoba tetap bertahan
Agar tak lagi terbuai angan belaka


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Skenario Terindah

Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...