Setelah sekian lama ku simpan pertanyaan ini dalam diam. Dalam hati saja. Nyaris berputus asa mencari tau keberadaanmu, kabarmu, statusmu, akhirnya hari ini aku mendapat jawaban. Tanpa harus bertanya kesana kemari lagi. Tuhan mengisyaratkannya melalui mimpi, kemudian ia tunjukkan kepastian jawaban dari pertanyaan itu. Jawabannya adalah kau masih bersamanya. Dengan melihat foto profilmu yang sudah lama seolah tidak ada tanda kehidupan, pagi ini kau ubah. Foto kamu bersama wanita itu. Dengan senyum mengembang. Kalian terlihat bahagia. Walaupun aku tak lagi terkejut seperti dulu, saat pertama kali melihat foto itu. Aku sudah tak asing dengan foto profilmu itu.
Aku hanya bisa tersenyum miris. Aku pikir kau sudah sendiri, namun kau masih disisinya. Baiklah, aku tidak akan berharap lebih dari ini. Aku hanya bisa mendoakan kebahagiaanmu. Sama seperti yang kulakukan sedari dulu. Siapapun yang sedang bersamamu, pilihanmu, disampingmu, bahkan memiliki hatimu, ku harap dialah yang terbaik. Lebih baik dariku dan aku selalu berharap kau segera temukan bahagiamu walau bukan lagi aku yang menjadi alasanmu bahagia. Walaupun sebelum dia, akulah yang lebih dulu mampu memiliki hatimu. Inilah jalan yang harus kita lalui..
Jika suatu saat kau merindukanku, aku berharap rindu ini pun masih milikmu.
Jika suatu saat hatimu mencariku, aku berharap hati ini masih setia menunggumu.
Jika suatu saat kau kembali padaku, aku berharap diriku belum dimiliki siapapun. Semoga tiada lagi kata terlambat, seperti dulu :)
First Love Forever Love
Senin, 15 Juni 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Skenario Terindah
Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...
-
Jangankan dalam nyata Alam mimpi pun menghadirkan wajahmu bias Terbentur kehadirannya yang tanpa diminta ikut serta Berganti-...
-
Jarak jauh terpisah Dipisahkan oleh puluhan batas wilayah Kau di kota pelajar, sedang aku di kota metropolitan Komunikasi juga terb...
-
Terlalu banyak rahasia yang tersimpan di antara kita Terasa lelah untuk memendam semuanya Namun tak kuasa apabila mengetahui kebenarannya ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar