Jumat, 23 September 2016

Di Ambang Batas

Di ambang batas rindu
Ku tantang ia tak tahu malu
Sudah ku coba berdamai pada waktu
Jawabnya sedari dulu, "Kau harus menunggu."

Sedang dirimu? Sudah terlalu jauh
Aksaraku tak sampai hati menyusup dalam rongga dadamu
Ku rasa kau sulit mengeja makna diksiku
Paragraf yang ku susun tak bermakna khusus untukmu

Sepuluh tahun berlalu
Goresan kenangan bagai angin lalu
Mungkin bagimu
Tidak untukku


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Skenario Terindah

Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...