Aku sudah memaafkanmu sebenarnya, tapi sepertinya kamu belum menyadari itu. Aku anggap kejadian itu khilafmu. Bisakah kau bersikap biasa seperti dulu? Walaupun hati ini terlalu rapuh untuk kembali menerima kehadiranmu, tetapi rasanya sangat disayangkan jika waktu kebersamaan yang telah lama kita lalui, tercoreng begitu saja karena kehadirannya yang mungkin sesaat. Entahlah masih berlangsung atau tidak hubunganmu dengannya. Mungkin aku tidak akan peduli lagi soal itu.
Sebenarnya, bukan ini harapanku konsekuensi dari keputusan pahit itu. Tapi mengapa seolah hadirnya selalu menjadi perusak segalanya. Terkadang aku tak habis pikir. Bahkan saat menulis tulisan ini pun, rasa nyeri itu tak segan untuk hadir. Kenangan buruk itu, tak ragu untuk muncul.
Lagi-lagi, aku merasa perlu memperbaiki kembali. Tapi tidak tau bagaimana harus memulainya. Aku suka menertawakan diriku sendiri. Mengapa aku bisa seberani itu. Padahal dulu aku tidak punya nyali sedikitpun untuk memulai pembicaraan. Tapi sekarang? Ah apa mungkin karena pasifnya dirimu yang tak ingin memulai, atau memang kau tak pernah terbesit keinginan untuk memulai.
Lagi-lagi hati ini kembali bingung. Mengapa kau selalu menyusahkanku? Sedikit saja bisakah kau menyenangkan hatiku? Melegakan nafasku? Meringankan pikirku? Tak bisakah? Mengapa kau masih menghantui? Kenangan buruk itu selalu menyiksaku hingga saat ini. Aku ingin rasa rindu itu hadir untukmu, bukan benci yang semakin menggunung. Aku ingin kau hadir sebagai mimpi indahku, bukan mimpi buruk yang mengganggu.
Aku ingin kau bisa menghapus kenangan buruk itu. Andai saja kau mau melakukannya dengan sepenuh hati. Menghapus duka dan meninggalkan kenangan indah. Sehingga aku lupa bagaimana sakitnya terkhianati oleh seseorang yang kucintai. Buatlah hatiku seolah tak pernah merasakan sakit itu. Mampukah kau melakukannya?
Suatu hari nanti kau akan mengerti, bila kau merasakan apa yang kurasakan. Siapkah dirimu?
Senin, 15 Juni 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Skenario Terindah
Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...
-
Jangankan dalam nyata Alam mimpi pun menghadirkan wajahmu bias Terbentur kehadirannya yang tanpa diminta ikut serta Berganti-...
-
Jarak jauh terpisah Dipisahkan oleh puluhan batas wilayah Kau di kota pelajar, sedang aku di kota metropolitan Komunikasi juga terb...
-
Terlalu banyak rahasia yang tersimpan di antara kita Terasa lelah untuk memendam semuanya Namun tak kuasa apabila mengetahui kebenarannya ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar