Lelah, terlampau sudah. Terhempas ia dengan kerasnya. Terbentur kenyataan yang jauh dari kenyataannya. Iya, selama ini ia sibuk berekspektasi. Hingga lupa bahwa ia hidup di dunia nyata, bukan di negeri dongeng yang penuh dengan mimpi indah. Ia mimpi buruk malam ini. Tak terasa air matanya pun mengalir membasahi bantalnya.
Sakit. Itulah yang ia rasakan. Kejadian
di mimpinya begitu terasa nyata. Seseorang yang ia tunggu selama belasan tahun,
memilih bersanding dengan wanita lain yang beruntung itu. Ia cukup terkejut
ketika undangan berbau harum itu sampai ke tangannya. Tubuhnya bergetar, air
matanya tumpah, hatinya mencelos. Ia tahu, kini ia sudah kalah. Melihat senyum
pujaan hatinya dan wanita itu yang begitu sumringah, membuat jantungnya seperti
ditusuk-tusuk. Ia merasa seperti di tampar bolak-balik, memaksanya untuk segera
sadar.
Dengan peluh yang deras, ia terbangun dari tidurnya malam ini. Matanya berair.
Ia tahu, baru saja ia bermimpi. Tapi mengapa rasanya seperti nyata? Ia merasakan
sakitnya hingga terbangun dari lelapnya. Apa ini sebuah pertanda? Sebuah isyarat
dari TuhanNya. Jawaban dari doa dan segala keraguannya. Bertahankah atau
lepaskan saja? 11 tahun bukan waktu yang sebentar bukan untuk mengambil sebuah
keputusan dan meyakinkan perasaan.
Ingatannya kembali
melambung pada sekelumit kisah yang sedikit demi sedikit ia dan lelaki itu
bangun. Meski lambat jalan ceritanya, namun berkesan begitu mendalam. Lalu apa
artinya selama ini? Kebersamaan dan pertemuan-pertemuan singkat itu akankah jadi
tak berarti? Tawa dan kecanggungan yang seringkali mendominasi, apakah hanya
sekadar pembelajaran dan sisa kenangan yang akan terlipat rapi. Tanpa pernah
kemana-mana dan takkan menjadi nyata segala angannya.
Sudah. Ia merasa
harus di cukupkan penantian ini. Toh ia yakin, jika memang lelaki itu untuknya,
cepat atau lambat segera kan menghampirinya dengan komitmen yang diakui oleh negara
dan agama. Lalu apalagi yang perlu ia risaukan? Sekali lagi, ia harus mengubur
dalam-dalam perasaannya itu dan terus menunggu saat yang tepat tiba. Akankah lelaki itu atau lelaki lainnya?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar