Jumat, 23 Juni 2017

Kepergian Ramadhan

Apa kamu juga menghitungnya? Detik-detik menjelang kepergiannya (lagi). Tidakkah kamu khawatir, akankah bisa kembali berjumpa dengannya? Tidakkah kamu takut akan kehilangan momen ini suatu hari nanti? Pada tahun berikutnya ketika dia datang kembali? Masihkah Rabb-Mu memberi kesempatan untuk kembali bersua dengannya?

Tentu kau tidak akan pernah bisa menjawabnya bukan?

Mari bebenah diri, sebelum ia benar-benar meninggalkan kita ataupun kita yang meninggalkannya. Entah siapa yang lebih dulu pergi. Yang pasti, aku, kamu, dan kita semua yang terlalu mencintainya pasti akan dirundung rindu. Rindu yang membuncah kelak 11 bulan kemudian. Saat ia kembali pulang menghampiri kita.

Berilah salam perpisahan terbaikmu dengan cara mengantarkan pribadimu menjadi lebih baik lagi, mengambil setiap hikmah yang terkandung pada setiap detik helaan nafasmu. Jangan siakan jantungmu yang masih berdetak itu dengan mengabaikan kehadirannya. Bulan Ramadhan yang selalu istimewa di hati orang-orang yang selalu menanti kehadirannya. 

Selamat jalan Ramadhan 1438 H, semoga kita kembali dipertemukan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Skenario Terindah

Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...