Apa kamu
juga menghitungnya? Detik-detik menjelang kepergiannya (lagi). Tidakkah kamu
khawatir, akankah bisa kembali berjumpa dengannya? Tidakkah kamu takut akan
kehilangan momen ini suatu hari nanti? Pada tahun berikutnya ketika dia datang
kembali? Masihkah Rabb-Mu memberi kesempatan untuk kembali bersua dengannya?
Tentu kau
tidak akan pernah bisa menjawabnya bukan?
Mari bebenah
diri, sebelum ia benar-benar meninggalkan kita ataupun kita yang
meninggalkannya. Entah siapa yang lebih dulu pergi. Yang pasti, aku, kamu, dan kita
semua yang terlalu mencintainya pasti akan dirundung rindu. Rindu yang membuncah
kelak 11 bulan kemudian. Saat ia kembali pulang menghampiri kita.
Berilah salam
perpisahan terbaikmu dengan cara mengantarkan pribadimu menjadi lebih baik
lagi, mengambil setiap hikmah yang terkandung pada setiap detik helaan nafasmu.
Jangan siakan jantungmu yang masih berdetak itu dengan mengabaikan
kehadirannya. Bulan Ramadhan yang selalu istimewa di hati orang-orang yang
selalu menanti kehadirannya.
Selamat jalan Ramadhan 1438 H, semoga kita kembali
dipertemukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar