Bukan tentang siapa yang lebih dulu, tapi siapa yang lebih pantas. Bukan tentang apa yang kau suka, tapi tentang yang Dia ridhoi. Bukan tentang mengapa ia selalu ada dalam bayangmu, tapi tentang ia yang setia mendoakanmu.
Sekali, dua kali, bahkan berulang kali. Butuh berapa lama perasaanmu tumbuh kemudian di pangkas habis. Selanjutnya tumbuh lagi, kemudian dipangkas lagi. Sampai kapan? Kamu tak pernah tahu jawabnya bukan? Karena sebenarnya banyak pertanyaan-pertanyaan yang tidak ada jawabannya. Bukan tidak ada, mungkin lebih tepat tidak perlu dijawab. Karena lambat laun, dengan seiring berjalannya waktu pertanyaan itu akan terjawab dengan sendirinya, tanpa harus kamu tanya, tanpa harus kamu cari tahu jawabannya.
Memang benar, setiap pertemuan pasti berujung perpisahan. Sudah mutlak. Tapi kenapa kamu masih terus mengharap pertemuan itu terjadi? Sedang kamu sudah tau jawabannya. Jadi, ada juga pertanyaan yang tanpa harus kamu tanya, sudah tersedia jawabnya dengan gamblang.
Perihal dia yang datang dan pergi sesuka hati, biarkan saja. Toh jika memang ia ditakdirkan bersanding denganmu, selama apapun kamu menunggu, sejauh apapun dia menjauh, suatu hari akan datang mengetuk pintu rumahmu didampingi orang tua tercinta. Bukankah Dia sudah mengatur segalanya sedemikian rupa dengan begitu sempurna? Kamu saja yang tidak sabar bukan? Tunggulah.. Percayalah.. tiada kesabaran yang sia-sia.
Sederhana saja, jika bukan dia yang kau mau, mungkin dengan dia yang Tuhan atur.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar