Perlahan ku langkahkan kaki menuju satu pintu yang sebenarnya tak istimewa. Tapi mungkin isinya bisa berdampak luar biasa. Ku siapkan hati dengan sejuta cemas yang menggelora. Sampai tiba ujung sepatuku di depan muka ruang yang mengharuskanku masuk kedalamnya.
Ketika tubuh ini seluruhnya sudah berada di ruangan itu, waktu terasa berhenti berputar. Semua seolah membeku begitu saja. Aku pun harus kembali menguatkan hati dan menikmati segala arus yang membuaiku dari berbagai arah. Begitu menjanjikan rupanya. Hingga membuatku lupa, masa depan sebenarnya ditentukan setelah ku langkahkan kembali kakiku menjauh dari ruang yang cukup mengukir banyak kenangan.
(segelintir kisah mahasiswi tingkat akhir saat pertama kali menemui dosen pembimbing)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar