Tangisku sudah tak terdengar
Suaraku sudah menjadi sebuah bisikan
Lidahku hampir kelu berucap kekecewaan
Menatapmu dari kejauhan
Tak baik juga rupanya
Harusnya aku berlari saja sejak ratusan hari silam
Tak perlu berdiri tegak seolah tegar
Beginilah jadinya
Kau hanya menghampiri dikala kesepian
Berlalu bagai angin dikala senang
Kau selalu datang tanpa diundang
Kau juga pergi begitu tiba-tiba
Sungguh melelahkan permainanmu, Tuan
Aku hanya bisa terpaku, terdiam
Menahan perih jutaan panah yang tiada henti kau hujam
Hatiku telah mati rasa sekarang
Senin, 22 Februari 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Skenario Terindah
Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...
-
Jangankan dalam nyata Alam mimpi pun menghadirkan wajahmu bias Terbentur kehadirannya yang tanpa diminta ikut serta Berganti-...
-
Jarak jauh terpisah Dipisahkan oleh puluhan batas wilayah Kau di kota pelajar, sedang aku di kota metropolitan Komunikasi juga terb...
-
Terlalu banyak rahasia yang tersimpan di antara kita Terasa lelah untuk memendam semuanya Namun tak kuasa apabila mengetahui kebenarannya ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar