Senin, 22 Februari 2016

Pemulihan

Dengan suara bergetar
Dengan langkah kaki gemetar
Kekecewaan jelas terpancar

Di tampar ribuan kali
Oleh kenyataan yang menyesakkan hati
Tak jua membuatnya pergi

Ia masih kokoh berdiri
Entah masih terlampau percaya diri
Atau meminta dirobohkan lagi

Sebenarnya hatinya sudah tak mampu
Raganya pun sudah butuh dirangkul
Namun jalan pikirannya yang membuatnya ragu

Terkadang, ia merasa ingin kembali pada masa kecil
Walau ia tahu, itu takkan mungkin

Melihat mereka berlarian
Berceloteh riang
Bersenandung senang
Bagaikan hidup tiada beban

Anak-anak kecil selalu terlihat ceria
Meskipun diselingi tangis air mata
Tak seperti orang dewasa
Melulu diliputi beban dan kekecewaan

Perjalanannya memang masih panjang
Masih banyak hal baru yang lebih menantang

Tapi detik ini ia hanya butuh istirahat sebentar
Sesaat masih tak mampu melanjutkan perjalanan terjal

Ia hanya ingin mencoba mengembalikan senyumannya
Mengembalikan keceriaannya
Mengembalikan hati yang kosong seutuhnya
Suci tak tersentuh rasa kecewa
Ia hanya butuh waktu

Waktu untuk kembali merajut asanya
Waktu untuk kembali memulihkan jiwanya
Waktu untuk kembali menikmati kebahagiaannya

Ia harus menjauh dari sumber kekecewaannya
Ia harus berlari meninggalkan sang pemain cinta
Ia harus menghilang dari sumber sakit hatinya

Tersenyum sebisanya
Menangis sewajarnya
Tertatih dalam diamnya

Karena seseorang yang telah menyia-nyiakan kesetiaannya
Karena seseorang yang telah memporakporandakan hatinya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Skenario Terindah

Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...