Dengan suara bergetar
Dengan langkah kaki gemetar
Kekecewaan jelas terpancar
Di tampar ribuan kali
Oleh kenyataan yang menyesakkan hati
Tak jua membuatnya pergi
Ia masih kokoh berdiri
Entah masih terlampau percaya diri
Atau meminta dirobohkan lagi
Sebenarnya hatinya sudah tak mampu
Raganya pun sudah butuh dirangkul
Namun jalan pikirannya yang membuatnya ragu
Terkadang, ia merasa ingin kembali pada masa kecil
Walau ia tahu, itu takkan mungkin
Melihat mereka berlarian
Berceloteh riang
Bersenandung senang
Bagaikan hidup tiada beban
Anak-anak kecil selalu terlihat ceria
Meskipun diselingi tangis air mata
Tak seperti orang dewasa
Melulu diliputi beban dan kekecewaan
Perjalanannya memang masih panjang
Masih banyak hal baru yang lebih menantang
Tapi detik ini ia hanya butuh istirahat sebentar
Sesaat masih tak mampu melanjutkan perjalanan terjal
Ia hanya ingin mencoba mengembalikan senyumannya
Mengembalikan keceriaannya
Mengembalikan hati yang kosong seutuhnya
Suci tak tersentuh rasa kecewa
Ia hanya butuh waktu
Waktu untuk kembali merajut asanya
Waktu untuk kembali memulihkan jiwanya
Waktu untuk kembali menikmati kebahagiaannya
Ia harus menjauh dari sumber kekecewaannya
Ia harus berlari meninggalkan sang pemain cinta
Ia harus menghilang dari sumber sakit hatinya
Tersenyum sebisanya
Menangis sewajarnya
Tertatih dalam diamnya
Karena seseorang yang telah menyia-nyiakan kesetiaannya
Karena seseorang yang telah memporakporandakan hatinya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar