Minggu, 23 Februari 2014

Teruntuk mereka, Bunda.. Ayah..



Bunda, Ayah..
Semakin hari usiamu semakin bertambah
Semakin pula kau jalani hidup ini dengan tabah
Walau luka hati menjadi semakin parah

Bunda, Ayah..
Badanmu tak lagi sekekar dulu
Ototmu tak lagi sekuat dulu
Langkahmu tak lagi setegap dulu
Tenagamu tak lagi sebesar dulu
Penglihatanmu tak lagi setajam dulu
Pendengaranmu tak lagi sebaik dulu
Kulitmu tak lagi sehalus dulu
Genggamanmu tak lagi seerat dulu
Wajahmu tak lagi serupawan dulu
Rambutmu tak lagi sehitam dulu
Ucapanmu tak lagi sekeras dulu

Guratan di wajahmu
Kian hari semakin jelas
Menjalani cobaan hidup yang keras
Setiap saat keringat kau peras
Karena peluhmu semakin deras

Beribu masalah datang silih berganti
Tapi kau tetap terima dengan sepenuh hati
Walau batin terasa begitu perih
Namun kau anggap ini kisah yang berarti

Kau selalu tersenyum didepan anak-anakmu
Walau tangis kau tahan didalam hatimu
Tak pernah sekalipun kau tunjukkan rasa letih itu
Selalu saja kau simpan dalam-dalam dihatimu

Hingga tiba saatnya,

Selalu saja kau dikecewakan oleh anak-anakmu
Tetapi akan selalu ada maaf untuk anakmu
Walau sebenarnya dirimu hancur
Karena semakin terasa harapanmu semu

Jalan kehidupan yang pahit
Panas yang mampu membakar kulit
Sesekali pernah kau tunjukkan walau sedikit
Karena hati yang telah terlampau sakit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Skenario Terindah

Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...