Ada jutaan orang di dunia ini yang setiap hari mengalami kejadian sepertimu.
Menemukan cinta pertama yang menggelora, menemukan cinta sejati mereka. Sayang hanya satu dari seribu yang benar-benar bisa mewujudkan semua mimpi cinta pertama yang hebat itu.
Sisanya? Ada yang bisa keluar dari jebakan perasaan itu secara baik-baik karena pemilik semesta alam sedang berbaik hati, ada yang berpura-pura bisa mengikhlaskannya pergi.
Mereka berpura-pura mengatakan kepada semua orang kalau dia telah berhasil melupakannya. Pura-pura berlapang dada melepaskannya, tetapi apa yang terjadi saat dia tahu sang kekasih pujaan telah bertunangan atau menikah dengan orang lain? Sakit. Hati mereka berdengking sakit. Saat mereka tak sengaja dipertemukan lagi, hati mereka juga sakit. Sakit sekali.
Karena mereka berpura-pura. Mereka tak pernah bisa berdamai dengan masa lalunya, tak bisa tersenyum mengenang semuanya. Dia tentu bisa melanjutkan kehidupan senormal orang lain, namun mereka tidak akan pernah bisa berdamai, masa lalu itu terus menelikungnya.
Berpura-pura melupakan.
Tapi ada yang lebih mengenaskan lagi, yaitu orang-orang yang tidak bisa keluar dari situasi tersebut dan tidak juga bisa pula berpura-pura menerima meneruskan hidup. Mereka benar-benar orang-orang yang berubah jalan hidupnya. Berubah.
Mereka mungkin jauh lelah meninggalkan cinta pertama itu, tapi mereka masih mengingatnya. Satu kali mengingat satu keluhan, satu kali mengenang satu harapan, satu kali membenak satu penyesatan.
Penyesalan. Mereka menyesali jalan hidupnya. Dan itu terus terjadi, tak peduli meski kau sudah menikah dengan seseorang, tak peduli meski kau sudah menemukan kekasih hati yang baru.
Kenangan itu benar-benar mengubah jalan hidupmu. Kau memang ada di satu titik kisah yang berlebihan.
- Tere Liye, Sang Penandai -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar