Jumat, 20 Mei 2016

Ketika..

Hangat. Ketika ku putuskan tuk kesekian kalinya membuka album kenangan yang tersisa. Sedikit memang, tapi banyak kisahnya, panjang perjalanannya. Begitu berkesan. Hal sederhana bisa kau ubah menjadi luar biasa dengan cara yang mempesona. 

Jika ku ingat lagi, terakhir pertemuan sekitar 3 bulan lalu, banyak membungkus memori yang sedikitpun tak luput dari ingatan. Rindu. Sudah pasti iya. Tapi aku takut keliru. Itu saja. 

Keliru mengartikan tatap mata yang mendalam. Keliru membahasakan makna tersirat yang kau lontarkan. Keliru menikmati perasaan yang semestinya tak ada.

Kadang kau terasa amat dekat. Begitu sebaliknya. Seringkali kau terasa sangat jauh dari jangkauan. Kau memang dekat, karena ada dalam kenangan. Tapi sesungguhnya ragamu tak tergapai walau sekedar bayang.

Jika ku resapi, kita memang berada pada jalan yang sama. Namun sepertinya tujuanmu berbeda. Tentu tak bisa ku paksakan. Sekarang kita hanya berjalan bersisian. Tanpa menoleh, tanpa saling pandang. Terucap satu huruf pun tidak. Karena tak berani ada yang memulai.

Tak menutup kemungkinan suatu hari kita kan saling menggenggam, karena jalan yang dituju tak lagi bercabang, bermuara pada satu titik yang sama. Suka tidak suka kita kan melangkah sambil berbincang, terikat pada janji yang mungkin tak bisa dilanggar. Melalui hari baru dalam sebuah perjalanan. Merangkai sejuta kisah yang belum tercatat dalam sejarah. Meraih bahagia bersama.

Tak menutup kemungkinan pula kita menemukan jalan bercabang. Sama-sama jatuh hati pada pilihan berbeda. Tak lagi bersisian, tapi bahagia tak bersama. Lalu bertemu kembali suatu hari seketika. Kau menggenggam tangannya, aku berada dalam peluknya. Lalu kita saling sapa layaknya teman yang lama tak jumpa.

Ketika cinta dan takdir sudah angkat bicara, tentu kita tak bisa berbuat apa-apa. Cukup menikmati dan mensyukuri pilihan-Nya. Karena sesungguhnya, kita tidak pernah tahu kita di tempatkan pada jalan yang mana dan seperti apa kondisinya. Jadi, jangan pernah tebak jalan cerita-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Skenario Terindah

Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...