Sabtu, 09 April 2016

Meski lambat dan terseok-seok, aku sudah berlari sejauh ini. Jauh dari pusaran yang selalu siap menenggelamkan dan kembali menyiksa batin. Tak mampu lagi untuk dibawa berputar-putar dalam arus yang rumit. Kemudian tersesat pada jalan yang tak pernah ku mengerti.

Kau selalu saja berusaha menyeretku kembali. Dipaksa menceburkan diri kemudian dimuntahkan lagi sesuka hati. Apa kamu masih punya nyali untuk menyakiti? Mungkin memang tak tahu diri.

Aku sudah tak menoleh barang sedikit. Tapi kau terus saja memanggil-manggil. Dengan nada perih seolah teriris melihatku pergi. Namun ketika ku coba kembali kau tertawa bagai iblis. Sungguh untuk kesekian kalinya aku tertipu pada lolongan lelaki bermulut manis.

Sekarang, aku telah sampai pada kenyataan yang tak henti menamparku bolak-balik. Jangan harap aku membalik badan untuk kembali tersenyum manis. Aku akan terus melangkah kedepan tanpa lagi pernah peduli.

Terkecuali...?

Ah tiada lagi. Aku dan segalanya sudah pergi. Ingat, kau tak usah mencari-cari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Skenario Terindah

Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...