Senin, 16 Juni 2014

apa kabar kita? :")

Perhatian kecil itu ternyata masih ampuh membuatku mengulum senyum

Dan hatiku membuncah bahagia.

Hai, apa kabar?

Mungkin kata itu hanyalah suatu awalan saja, yang tanpa kita tahu, dari 1 kalimat itu bisa muncul ribuan kalimat kalimat berikutnya.

Entah angin apa yang membawamu kembali padaku, sebenarnya haruskah ku abaikan atau perlu kuperjuangkan lagi?

Namun kenyataan sama sama menghantam kita dengan kerasnya, seolah membangunkan kita dari angan yang telah lama pudar sebenarnya.

Kau dan aku tlah memilih jalan berbeda.

Kemudian ada seseorang disana yang menunggu kita.

Haruskah kita meninggalkannya untuk tetap bersama?

Pasti akan banyak yang terluka bila kita melakukannya.

Tetapi haruskah kita korbankan lagi perasaan itu yang mulai membara?

Mungkin akan lebih baik jika kau menghilang selamanya.

Kita bisa menjalani hidup masing-masing tanpa harus kembali terjerumus pada hati yang tlah lama diingkari.

Mungkin akan lebih baik.

Tidak seperti sekarang.

Kehadiranmu perlahan mengacaukan kembali perasaanku.

Entah kau merasakan hal yang sama atau tidak.

Namun perasaan rindu yang telah lama tersimpan, kini menguak kembali, menyesakkan.

Rasa ingin terus bersama, saling memberi kabar, perhatian kecil itu, bahkan perasaan takut kehilangan lagi muncul begitu saja.

Namun perlu kusadari.

Butuh waktu.

Dan semua tak lagi sama.

Kita telah memilih jalan yang berbeda.

Pergilah dariku.

Jemput masa depanmu.

Dan aku akan menjemput pula masa depanku.

Mungkin tanpa ada lagi kata KITA.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Skenario Terindah

Bukankah pertanyaanmu terjawab lebih cepat dari dugaanmu? Harus kau sadari, bahwa rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang kau renca...